
Gubernur Optimistis KEK Bitung Dorong Pertumbuhan Indonesia

KEK Bitung memiliki tiga zona pengembangan yaitu pengolahan ekspor, industri, dan logistik dengan bisnis utama pengolahan ikan dan hasil laut, pengolahan kelapa dan turunannya serta aneka industri berbasis agro,
Manado, 25/2 (Antara) - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey optimistis Kawasan Ekonomi Khusus Bitung dapat mendorong pertumbuhan dan pengembangan kawasan timur Indonesia,
"KEK Bitung memiliki tiga zona pengembangan yaitu pengolahan ekspor, industri, dan logistik dengan bisnis utama pengolahan ikan dan hasil laut, pengolahan kelapa dan turunannya serta aneka industri berbasis agro," kata Gubernur pada sosialisasi kebijakan pengembangan sistem logistik nasional di Manado, Kamis.
Dia menambahkan capaian kinerja ekspor Sulut dua tahun terakhir cukup baik, di mana realisasi ekspor tahun 2015 sebesar 1,1 miliar dolar Amerika Serikat dengan volume sebesar 1,44 juta ton.
Capaian ini meningkat 7,76 persen bila dibandingkan dengan tahun 2014 yakni sebesar 1,02 miliar dolar Amerika Serikat dengan volume 1,06 juta ton.
"Artinya, terjadi peningkatan nilai ekspor sebesar 79,41 juta dolar Amerika Serikat dan volume sebesar 379,90 ribu ton," katanya.
Pria kelahiran Manado 1961 ini menambahkan, tahun 2015 terdapat 31 jenis komoditi yang telah diekspor ke 64 negara di mana komoditi utama antara lain, minyak kelapa kasar, dan minyak goreng kelapa.
Selain itu, komoditas lainnya yaitu tepung kelapa, bungkil kopra, karbon aktif, ikan kaleng, ikan kayu, ikan beku, pala dan cengkih, kayu manis serta rumah panggung.
Mendukung hal tersebut, kata politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, pemerintah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Bitung seluas 534 hektare.
"KEK ini seiring waktu dan kebutuhan untuk rencana pengembangan areal ini menjadi sekitar 2.500 hektare," ujarnya.
Acara "Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Sistem Logistik Nasional" yang diselenggarakan Kemenko Perekonomian ini diisi paparan materi tentang kebijakan peningkatan daya saing produk ekspor UMKM daerah, dan perencanaan pengembangan infrastruktur ekonomi Kawasan Timur Indonesia.
Selanjutnya, fasilitasi kemudahan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kebijakan pengembangan logistik dan konektivitas nasional, dan sinergi BUMN logostik dan BUMN trading dalam meningkatkan daya saing ekspor impor produk UMKM/IKM.***3***
(T.K011/B/N002/N002) 25-02-2016 22:10:59
Pewarta : Karel A Polakitan
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
