
Permintaan Asap Cair Sulut Terus Meningkat

Permintaan dalam negeri maupun dalam negeri meningkat karena produksi Sulut berkualitas cukup baik, kata Ivanry, di Manado, Selasa.
Manado, 14/4 (AntaraSulut) - Ketua Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) Provinsi Sulawesi Utara Ivanry Matu mengatakan, permintaan akan asap cair tempurung kelapa produksi Sulut terus meningkat, namu baru bisa dipenuhi 1.500 liter per bulan.
Permintaan dalam negeri maupun dalam negeri meningkat karena produksi Sulut berkualitas cukup baik, kata Ivanry, di Manado, Selasa.
"Saat ini permintaan dari Pulau Jawa cukup tinggi, sehingga a, untuk meningkatkan produksi, WUBI membantu industri kecil menengah (IKM)," katanya.
Bagi IKM yang akan mengembangkan asap cair, WUBI akan membantu peralatan dan edukasinya, dengan catatan hasilnya nanti dibeli oleh WUBI," katanya.
Dia mengatakan saat ini, WUBI Sulut sudah memberikan bantuan peralatan asap cair kepada IKM di beberapa kabupaten di Sulut yakni Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan dan Bolaang Mongondouw.
"Saat ini, asap cair mampu diproduksi setiap bulan baru sebanyak 1.500 liter, dan belum bisa memenuhi permintaan pasar dalam maupun luar negeri.
Produk asap cair tempurung ini, katanya, telah dibuktikan mampu mengawetkan berbagai makanan seperti ikan, daging, dan mi hingga dua bulan.
"Liquid smoke" (asap cair) dihasilkan dari penyulingan asap pembakaran batok atau tempurung kelapa yang sudah tua.***3***
(T.K005/B/A013/A013) 14-04-2015 13:28:09
Pewarta :
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
