Logo Header Antaranews Manado

Bulog gelar OP beras khusus Manado

Selasa, 3 Maret 2015 07:29 WIB
Image Print
Suasana OP di Lapangan Maesa saat para ibu menunggu pembagian beas. (Ucy) (1)
"Khusus Pemkot Manado dan Bulog menggelar OP empat hari, mulai Senin (2/3), berawal dari Lapangan Maesa, Perkamil," Kata Wali Kota Manado Vicky Lumentut

Manado, (ANTARA Sulut) - Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, bersama Bulog divisi regional (Divre) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar operasi pasar (OP) beras khusus Manado, selama empat hari.

"Khusus Pemkot Manado dan Bulog menggelar OP empat hari, mulai Senin (2/3), berawal dari Lapangan Maesa, Perkamil," Kata Wali Kota Manado Vicky Lumentut, didampingi Sekretaris daerah kota Haefrey Sendoh dan Kepala Dinas Perindustrian Manado, Dante Tombeg, di Manado, Senin.

Vicky mengatakan untuk hari pertama pelaksanaan OP, Bulog menyiapkan 11 ton beras, tetapi tidak menutup kemungkinan jika masih ada permintaan akan ditambah lagi.

Dia menyebutkan empat lokasi OP tersebut masing-masing adalah Lapangan Maesa Perkamil, hari kedua di Selasa di Lapangan Ketang-Ternate Baru, Rabu di Lapangan KONI Sario dan terakhir di Tikala.

"Kami memang sengaja meminta kepada Bulog untuk menggelar OP di lapangan supaya langsung ke masyarakat, karena memang tujuannya membantu warga," kata Dante.

Walaupun, dia mengatakan sasaran utama OP beras adalah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok tersebut di pasaran, namun meringankan masyarakat juga menjadi tujuan pemerintah.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan, melakukan koordinasi dengan Bulog Divre Sulawesi Utara, untuk menggelar OP supaya bisa menekan sekaligus menetralisir harga beras di pasaran.

"Apalagi memang OP menjadi kebijakan pemerintah secara nasional untuk menetralisir harga beras, supaya tidak ada impor, karena memang kita masih punya cukup cadangan beras, jadi kami berkoordinasi dan awalnya sudah digelar bersama dengan provinsi, lalu sekarang khusus di Manado, kami minta digelar di lokasi yang langsung bisa dijangkau masyarakat," kata Harley.

Dia mengakui memang saat OP digelar di pasar itu adalah cara yang baik, namun hanya pedagang yang akan lebih diuntungkan sebab mereka bisa membeli dan menjualnya kembali, karena itu Harley mengingatkan Dinas Perindag untuk bicara kembali dengan Bulog mengenai lokasi supaya kena langsung ke sasaran, dan hasilnya OP beras di lapangan-lapangan untuk masyarakat.

Humas Bulog Sulut, Andi Zulkarnain, mengatakan memang OP yang digelar berdasarkan koordinasi dengan Pemkot Manado tersebut, bertujuan untuk meringankan beban masyarakat.

"Namun kami yang paling utama adalah untuk menstabilkan harga beras di pasaran yang sudah naik sampai 20 persen di pasaran," katanya.

Ia mengatakan beras dijual dengan harga Rp7.400 per kilogram, sesuai dengan ketentuan harga dari pusat, dan dikemas lima kg dengan harga Rp 37 ribu, 10 kg Rp 74 ribu dan 15 kg Rp 111 ribu, sehingga mudah dibawa warga.

Warga Manado bernama Ibu Maria, mengaku senang dengan OP karena sedikit meringankan warga, namun ia kecewa karena harganya sedikit lebih mahal dari Raskin, namun mengerti setelah dijelaskan itu harga Bulog, karena raskin disubsidi pemerintah.***3***

(T.KR-JHB/B/Y008/Y008) 02-03-2015 13:49:57



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026