Logo Header Antaranews Manado

Disperindag: stok beras Sulut aman

Selasa, 13 Januari 2015 12:11 WIB
Image Print
Beras Bulog sebanyak 26.000 ton akan mampu menjaga ketahanan selama tujuh bulan ke depan," kata Kepala Bulog Divre Sulut, Yayan Suparyan.

Manado, (ANTARA Sulut) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara menyatakan stok beras untuk daerah tersebut cukup aman, tidak terpengaruh gangguan bencana banjir dan tanah longsor.

"Stok beras di Sulut cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan," kata kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Hanny Wajong, di Manado, Selasa.

Hanny mengatakan musin hujan yang akhir-akhir ini cukup tinggi, sehingga membuat banjir dan longsor di beberapa titik di Kota Manado, namun tidak mempengaruhi daerah sentra produksi pangan di provinsi tersebut.

"Banjir dan tanah longsor tidak terjadi di sentra produksi pangan, sehingga kebutuhan pokok seperti beras cukup aman," katanya.

Dia mengatakan harga beras saat ini, di sentra perdagangan Kota Manado dalam kondisi stabil yakni dikisaran Rp9.500 per kilogram (kg).

Stok beras di Sulut, katanya, selain yang ada di tangan petani, pedagang juga di gudang Bulog.

Stok beras di gudang Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) mencapai 26.000 ton dan dipastikan akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

"Beras Bulog sebanyak 26.000 ton akan mampu menjaga ketahanan selama tujuh bulan ke depan," kata Kepala Bulog Divre Sulut, Yayan Suparyan.

Yayan mengatakan stok sebanyak itu dipersiapkan untuk penyaluran beras masyarakat miskin (raskin) dan juga cadangan beras pemerintah (CBP).

Stok beras tersebut, katanya, sudah termasuk beras impor dari Vietnam yang baru masuk sebanyak 10.000 ton.

"Stok beras yang ada sekarang juga didukung dengan pembelian beras langsung ke petani di Sulut," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026