
NTP tanaman pangan meningkat 0,68 persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Faizal Anwar mengatakan nilai tukar petani (NTP) sub sektor tanaman pangan pada September 2014 mengalami peningkatan sebesar 0,68 persen.
Manado, 2/10 (AntaraSulut) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Faizal Anwar mengatakan nilai tukar petani (NTP) sub sektor tanaman pangan pada September 2014 mengalami peningkatan sebesar 0,68 persen.
"Pada September 2014, NTP sub sektor tanaman pangan masih menunjukkan pergerakan sebesar 0,68 persen ke indeks 95.75 meningkat dari bulan sebelumnya hanya 95.10," kata Faizal, di Manado, Kamis.
Pergerakan ini, kata Faizal, terjadi akibat perubahan indeks yang diterima petani bergerak lebih besar dibandingkan perubahan indeks yang dibayar petani .
"Indeks yang diterima petani meningkat sebesar 0,87 persen dan yang dibayar petani hanya naik 0,19 persen," jelasnya.
Jika dilihat dari masing-masing indeksnya, sebesar 107.25 menjadi 108.18 untuk yang diterima petani. Dan dari 112.78 menjadi 112.99 yang dibayar petani tersebut.
Faizal mengatakan jika dilihat dari sisi pengeluaran petani, indeks konsumsi rumah tangga menurun sebesar 0,22 persen, sedangkan indeks berupa biaya poduksi dan penambahan barang modal terlihat meningkat sebesar 0,08 persen.
Sama halnya dengan NTP, nilai tukar usaha petani untuk sub sektor ini mengalami peningkatan sebesar 0,79 persen, dengan nilai 98.60 di Agustus 2014 menjadi 99.37 di September 2014.
Jika dilihat dari penimbang berjalan, katanya, indeks yang diterima petani diperoleh bahwa harga yang diterima petani untuk komoditas yang diusahakan seperti gabah yang meningkat, sedangkan jagung dan kacang tanah mengalami penurunan. ***2***
Pewarta : Oleh Nancy Lynda Tigauw
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
