
10 siswa SMA di Manado tidak lulus

"Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya berasal dari SMA, kemudian lima orang dari Madrasah Aliyah dan sisanya dua orang dari SMK," kata Kepala Dinas Pendidikan Manado Dante Tombeg di Manado, Selasa.
Manado, 20/5 (AntaraSulut) - Sebanyak 10 orang siswa SMA sederajat di Manado, tidak lulus dalam ujian nasional (UN) tahun 2014.
"Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya berasal dari SMA, kemudian lima orang dari Madrasah Aliyah dan sisanya dua orang dari SMK," kata Kepala Dinas Pendidikan Manado Dante Tombeg di Manado, Selasa.
Dante mengatakan, dari jumlah tersebut berarti tingkat kelulusan di Manado, prosentasenya mencapai 0,12 persen dari jumlah peserta UN SMA sebanyak 7.724 orang pada tahun 2014.
"Ini tidak sesuai dengan target yang ditetapkan yakni 100 persen, tetapi masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
Ia mengatakan, siswa SMA sederajat yang tidak lulus pada tahun ini disebabkan karena nilainya tidak mencapai standar yang ditetapkan, atau dibawah nilai rata-rata dan itu sudah disampaikan kepada seluruh siswa di Manado, pada selasa sore.
Dante menjelaskan, kalau untuk siswa SMK yang tak lulus ujian tersebut disebabkan oleh nilai produktifnya rendah, maka ia tak bisa ditolong lagi meskipun semua upaya sudah dilakukan.
"Namun kami menyarankan siswa yang tak lulus ujian, agar tidak putus asa dan segera mendaftarkan dirinya sebagai peserta ujian paket C, dan harus berusaha lulus," katanya.
Dengan demikian menurut Tombeg, maka siswa yang bersangkutan bisa mendapatkan ijazah SMA sederajat, jika memang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni di perguruan tinggi.
Pengumuman kelulusan tersebut menurutnya dilakukan oleh pihak sekolah, yang sebelumnya diambil dari Dinas Pendidikan Nasional provinsi agar bisa diteruskan kepada siswa di Manado.
Pelaksanaan UN SMA sederajat diikuti oleh 7.724 orang siswa, di sekolah negeri dan swasta ada yang bergabung maupun melaksanakan sendiri dan kelulusan diumumkan Selasa siang oleh pihak sekolah serentak di Indonesia.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
