Logo Header Antaranews Manado

Manado alami inflasi 0,30 persen

Jumat, 2 Mei 2014 17:29 WIB
Image Print
BPS Sulut umumkan inflasi Manado April 2014 (1)
"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua kelompok bahan makanan," kata Faizal Anwar di Manado, Jumat.

Manado, 2/5 (AntaraSulut) - Kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) Faizal Anwar mengatakan Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,30 persen pada April 2014.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua kelompok bahan makanan," kata Faizal Anwar di Manado, Jumat.

Faizal menjelaskan laju inflasi tahun kalender sebesar 1,45 persen, sedangkan perbandingan inflasi April 2014 terhadap 2013 sebesar 6,12 persen.

Menurut Faizal inflasi tersebut menunjukan terjadinya kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 109,39 pada Maret 2014 menjadi 109,72 April 2014.

Ia menyebutkan kelompok pengeluaran yang naik adalah bahan makanan 1,12 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,19 persen, perumahan, listrik, air, gas, dan bahan bakar sebesar 0,11 persen dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen.

Kemudian kelompok yang mengalami penurunan indeks yakni sandang sebesar 0,21 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,17 persen.

Faizal mengatakan, komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabe rawit, bawang merah, air kemasan, cabe merah, seng, susu bubuk, tindarung, minyak goreng, lemon, ekor kuning.

"Sedangkan mengalami penurunan harga antara lain adalah tomat sayur, telur ayam ras, angkutan udara, daun bawang, gula pasir, daging ayam ras, emas perhiasan, sawi hijau, anggur dan buncis," jelas Faizal.

Kemudian andil sumbangan inflasi setiap kelompok adalah, bahan makanan sebesar 0,2430 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,0326 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,0323 persen.

Kemudian kelompok sandang -0,0528 persen, kesehatan 0,0263 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0054 persen, serta transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,0263 persen, katanya.***2***



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026