
Harga emas menguat jadi 1.735 dolar AS per ounce

Chicago (ANTARA) - Harga emas di divisi Comex New York Exchange menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari karena Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk Juni lebih tinggi dari yang diperkirakan dan pelemahan dolar memberikan dukungan terhadap logam kuning.
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 10,70 dolar AS atau 0,62 persen menjadi ditutup pada 1.735,50 dolar AS per ounce. Ada secercah harapan untuk bullish untuk emas yang kehilangan sekitar satu persen selama dua sesi sebelumnya.
Harga emas berjangka jatuh 6,90 dolar AS atau 0,40 persen menjadi 1.724,80 dolar AS pada Selasa (12/7/2022), setelah merosot 10,6 dolar AS atau 0,61 persen menjadi 1.731,70 dolar AS pada Senin (11/7/2022), dan naik 2,6 dolar AS atau 0,15 persen menjadi 1.742,30 dolar AS pada Jumat (8/7/2022).
Terlepas dari rebound Rabu (13/7/2022), emas berjangka masih menuju kerugian minggu kelima berturut-turut yang telah menurunkannya 140 dolar AS atau hampir 7,5 persen sejak pekan yang berakhir 3 Juni. Tahun ini, emas Comex tetap turun sekitar 6,0 persen.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 23,6 sen atau 1,24 persen, menjadi ditutup pada 19,194 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 9,7 dolar AS atau 1,17 persen, menjadi ditutup pada 837,80 dolar AS per ounce.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas naik 10,7 dolar pascarilis inflasi AS tinggi dari perkiraan
Pewarta : Apep Suhendar
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
