Logo Header Antaranews Manado

India batalkan ratusan perjalanan kereta

Senin, 20 Juni 2022 19:42 WIB
Image Print
Para pengunjuk rasa dengan membawa tongkat berjalan di stasiun kereta api saat memprotes "skema Agnipath" pemerintah untuk merekrut personel angkatan bersenjata, di Patna, negara bagian Bihar, India, 17 Juni 2022 (ANTARA/Reuters/Stringer/as)

Kolkata/Bhubaneswar (ANTARA) - Pihak-pihak berwenang di India membatalkan lebih dari 500 layanan kereta api pada Senin karena seruan protes para pemuda yang marah dengan rencana perekrutan militer.
Kementerian perkeretaapian mengatakan dalam pernyataannya bahwa lebih dari 500 perjalanan kereta api telah dibatalkan pada Senin karena seruan mogok protes.

Para pejabat tinggi pertahanan mengatakan pada Minggu bahwa rencana itu bertujuan untuk memodernisasi pasukan dan tidak akan ditarik meskipun diprotes oleh ribuan pemuda yang telah menyerang dan membakar kereta api dan bentrok dengan polisi sejak pekan lalu.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi pekan lalu meluncurkan rencana yang disebut Agnipath, atau "jalan api", yang bertujuan merekrut lebih banyak orang ke militer dengan kontrak pendek empat tahun untuk menurunkan usia rata-rata angkatan bersenjata India yang berkekuatan 1,38 juta orang.

Satu orang telah tewas dan polisi telah menangkap lebih dari 300 pengunjuk rasa.


Di kota timur Kolkata, seorang pengunjuk rasa memegang plakat dengan pesan "Boikot Agnipath" dan menuntut rencana itu dibatalkan.

"Saya ingin kementerian pertahanan menghentikan percobaan ini. Saya membutuhkan pekerjaan yang pasti dan mereka tidak berhak menawarkan pekerjaan sementara," kata pemuda itu kepada saluran berita televisi.

Di bawah skema itu, 46.000 taruna akan direkrut tahun ini dengan masa dinas empat tahun dan 25 persen dari mereka akan dipertahankan setelah empat tahun. Perekrutan dimulai bulan ini.

Sumber: Reuters

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Khawatir protes meluas, India batalkan ratusan perjalanan kereta



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026