
Disperindag menyiapkan IKM masuk pasar bebas Asean

"Saat ini, kami tengah menyiapkan IKM yang ada di Sulut agar mampu bersaing di pasar bebas ASEAN nanti akhir 2015," kata Olvie
Manado, (AntaraSulut) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) Olvie Atteng mengatakan tengah menyiapkan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memasuki pasar bebas ASEAN 2015 nanti.
"Saat ini, kami tengah menyiapkan IKM yang ada di Sulut agar mampu bersaing di pasar bebas ASEAN nanti akhir 2015," kata Olvie, di Manado, Selasa.
IKM Sulut, kata Olvie harus siap dan jangan sampai menjadi penonton atau tamu di tempat sendiri karena pasar bebas ASEAN nanti, semua bisa bebas memperdagangkan hasilnya di negara-negara ASEAN.
"Mulai sekarang, IKM di Sulut dipersiapkan untuk masuk ke era tersebut, diawali dengan sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi IKM khusus di Sulut,"jelasnya.
Selain sosialisasi, kata Olvie, pihaknya juga memfasilitasi kualitas dan sertifikat kesehatan halal agar bisa bersaing dengan negara luar.
Kepala Bidang fasilitasi dan Pengembangan IKM, Disperindag Sulut, Alwie Pontoh mengatakan untuk memasuki pasar bebas akan ada syarat-syarat bagi produk IKM agar bisa masuk pasar Internasional.
"Selain kesiapan ber-SNI juga diharapkan produk yang ditampilkan aman dan sehat, "katanya.
Pada 2013 ada sebanyak 40 IKM sudah difasilitasi oleh Disperindag dan telah mendapatkan sertifikat halal dan telah diserahkan ke IKM masing-masing.
"Di 2014 kami juga menargetkan sekitar 40 IKM untuk mendapatkan sertifikat sehingga IKM di Sulut bisa diperhitungkan dalam dunia perdagangan," ungkap Alwie.
Pihaknya berharap dengan adanya sosialisasi SNI dan sertifikat tersebut akan memberikan pengetahuan kepada IKM agar produk-produknya mampu diperhitungkan dalam pasar tradisional.***2***
(T.K005/B/G004/G004) 04-03-2014 10:43:44
Pewarta :
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
