
Festival Batu Nona sukses digelar

"Festival Batu Nona ini merupakan kali pertama dilakukan dengan agendanya hanya tiga kegiatan, namun demikian harapan kedepan akan menghadirkan lebih banyak lagi lomba untuk menyemarakkan serta memberikan hiburan bagi masyarakat," kata Tuwaidan.
Minahasa Utara, (ANTARA Sulut) - Festival Batu Nona dalam rangka HUT Minut ke- 10 yang menghadirkan pemilihan Putri Pariwisata 2013, lomba perahu hias dan lomba dayung perahu sejak Kamis (21/11) hingga Sabtu (23/11) sukses digelar.
Ketua Panitia Festival Batu Nona yang sekaligus pemilik tempat berlangsungnya kegiatan, Fransiska M Tuwaidan, Sabtu dalam laporan panitia mengatakan, terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan hingga berlangsung dengan baik.
"Festival Batu Nona ini merupakan kali pertama dilakukan dengan agendanya hanya tiga kegiatan, namun demikian harapan kedepan akan menghadirkan lebih banyak lagi lomba untuk menyemarakkan serta memberikan hiburan bagi masyarakat," kata Tuwaidan.
Dari rangkaian kegiatan telah menemukan beberapa pemenang diantaranya untuk Runer Up 2 Putri Pariwisata (13) Stevani Eva Tumatar, Runer Up Wakil (15) Miguel Lalamentik dan Putri Pariwisata 2013 (14) NNaomi Pijoh.
Sedangkan untuk lomba perahu hias kata FMT nama panggilannya, disabet oleh peserta yang membawa panji Batu Nona Resort, sedangkan pemenang pertama dayung perahu dari tim asal desa Kema.
Untuk Festival Batu Nona 2014 mendatang kata dia, akan dipersiapkan lomba renang, lomba jet sky, lomba perahu mesin katinting dan lain sebagainya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara, Femmy Pangkerego saat membacakan sambutan Bupati, Sompie Singal diacara penutupan Festival Batu Nona memberi apresiasi dengan kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini merupakan hal positif untuk menunjang dunia pariwsata di Kabupaten Minahasa Utara sekaligus telah menunjang program p emerintah menjadikan Minut sebagai daerah tujuan Wisata 2015 mendatang," kata Singal melalui Kadis Pariwisata, Femmy Pangkerego.
Dalam sambutan itu Pangkerego mengatakan Festival tersebut akan menjadi agenda tahunan untuk menyemarakkan HUt Minut.
Sebelumnya dalam penilaian putri Pariwisata yang berlangsung Jumat malam kata Pangkerego, kriteria penilaian sedikit berbeda.
"Ada beberapa penilaian yang lain dari biasanya, karena siapapun yang menjadi pemenang harus mempunyai tinggi badan 165 cm juga Putri pariwisata harus mutlak mengetahui seluk beluk wisata, objek maupun seni budaya," ujarnya.
Bahkan kata dia, para pemenang Putri Pariwisata 2013 akan diikut sertakan ke tingkat nasional.
Untuk itu dikatakan Pangkerego, penilaiannya telah dilakukan secara baik tanpa ada unsur lainnya dan semua itu berdasar kriteria yang ada.
Sedangkan untuk lomba perahu hias dan lomba dayung perahu, dinilai berdasarkan keindahan maupun kecapatan.
Sebelum penutupan festival Batu Nona, para finalis Putri Pariwisata bersama Ketua Panitia Fransiska M Tuwaidan dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melakukan parade dengan menggunakan motor laut, yang diikuti perahu hias dan atraksi jet sky dari pengelola Batu Nona Resort.
Semarak penutupan festival Batu Nona itupun sangat nyata dengan animo masyarakat yang menyakskan sangat tinggi.
Dengan demikian kata Pangkerego, semua kegiatan dalam Festival Batu Nona telah sukses digelar dan secara resmi ditutup.
Pewarta : Melky Rudolf Tumiwa
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
