
Disdamkar Manado imbau waspada kebakaran

Kasus kebakaran meningkat pada tahun ini, karena itu kami berharap masyarakat menyadari hal ini, jangan sampai lengah," kata Kepala Disdamkar Manado, Ferry Tumewan, di Manado, Senin.
Manado, (Antara Sulut) - Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Manado mengimbau, seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk mewaspadai bencana kebakaran.
"Kasus kebakaran meningkat pada tahun ini, karena itu kami berharap masyarakat menyadari hal ini, jangan sampai lengah," kata Kepala Disdamkar Manado, Ferry Tumewan, di Manado, Senin.
Tumewan mengatakan, kebanyakan kasus kebakaran yang terjadi di Manado, disebabkan oleh kelalaian manusia, karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengambil tindakan benar, saat ada ancaman kebakaran terjadi.
"Apalagi sampai sekarang sekarang masyarakat masih sangat kurang, yang menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) walaupun ancaman kebakaran juga mengintai,"kata Tumewan.
Karena itu ia mengatakan, Disdamkar Manado terus mengimbau agar seluruh warga Manado selalu waspada dan menggunakan alat pemadam kebakaran ringan, sehingga bisa bertindak cepat saat muncul percikan api kecil, serta bertindak cepat memadamkan listrik untuk mencegah bahaya.
Secara kuantitas kasus kebakaran selang Januari-Oktober meningkat dibandingkan sebelumnya, dan kebanyakan penyebabnya adalah arus pendek, walaupun tidak semuanya.
Karena tahun lalu 2012 lalu hanya sebanyak 55 kasus, sedangkan sekarang sudah 58 kasus pada posisi awal Oktober, dan karena arus pendek namun sebagian besar masih dalam penyelidikan," kata tumewan.
Dari 58 kebakaran yang terjadi, belum ada korban jiwa sebab 43 kasus yang terbakar adalah rumah tinggal, dua mobil, delapan tempat usaha, satu kapal laut, alang-alang higga rumah ibadah.
"Dalam semua kasus kebakaran yang terjadi kami menurunkan armada minimal dua unit, itupun kalau hanya kecail, tetapi jika sudah agak besar, semua armada kami kerahkan," kata Tumewan.
(guntur@antarasulutcom)
Pewarta : Joyce Bukarakombang
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
