Logo Header Antaranews Manado

Damkar bersihkan debu letusan Lokon

Senin, 8 Oktober 2012 11:04 WIB
Image Print
Gunung Lokon meletus lagi Minggu (7/10). (Foto : Fiqman Sunandar). (1)
"Kami tetap berharap warga yang ada di radius bencana 2,5 kilometer dari kawah tetap bersiaga. Ketika terjadi letusan, warga telah siap dan sudah tahu harus berbuat apa," kata Poli.

Tomohon, (Antara Sulut) - Pemerintah Kota bersama dengan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Senin, mengerahkan armada pemadam kebakaran untuk membersihkan ruas jalan protokol yang tertutup debu letusan Gunung Lokon.

Kegiatan bersih-bersih ruas Tomohon-Manado dipusatkan di titik Kelurahan Kinilow I, Kinilow, Kakaskasen I dan Kakaskasen II.

Tampak Sekretaris Kota Tomohon Arnold Poli, Direktur Utama PDAM Tomohon Jeffry Poli, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon Royke Roeroe, serta jajaran terkait lainnya turun langsung dalam kegiatan pembersihan tersebut.

Aksi pembersihan ruas jalan protokol tersebut direspon warga setempat dengan ikut membantu menyediakan peralatan bersih-bersih seperti sapu lidi dan sekop, sedangkan warga lainnya menyiapkan air mineral.

Aparat kelurahan serta jajaran Hansip juga ikut ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih ruas jalan yang dilakukan pemkot dan PDAM.

"Kami tetap berharap warga yang ada di radius bencana 2,5 kilometer dari kawah tetap bersiaga. Ketika terjadi letusan, warga telah siap dan sudah tahu harus berbuat apa," kata Poli.

Poli mengatakan, debu letusan yang menutup Kelurahan Kinilow I, Kinilow, Kakaskasen I dan Kakaskasen II, adalah paling parah dibandingkan dengan letusan-letusan sebelumnya yang terjadi setelah status Gunung Lokon dinaikkan menjadi siaga pada Juli 2011 silam.

"Hingga kini aktivitas Gunung Lokon masih terjadi. Dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih menetapkan status siaga. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau aktivitas gunung ini," katanya. @antarasulutcom.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026