Logo Header Antaranews Manado

Lumentut-Mangindaan hadiri ibadah HUT GMIM

Senin, 1 Oktober 2012 18:54 WIB
Image Print
Pasangan Lumentut Mangindaan di Expo GMIM. (Angky0 (1)
“GMIM tetap yang terbesar, mari kita bersama-sama mengawal GMIM ke arah yang lebih baik lagi demi kemulian nama Kristus sehingga banyak jiwa terselamatkan, aku bangga GMIM “ujar Lumentut.

Manado (Antara Sulut) - Wali Kota Manado Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan, menghadiri Ibadah Agung HUT ke 78 GMIM Bersinode di Lapangan MTC Manado, Senin.

Ibadah Agung tersebut dihadiri juga oleh Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang, Wagub Djouhari Kansil dan Ketua DPRD Sulut Meiva Salindeho-Lintang serta perwakilan dari Gereja-Gereja seluruh Indonesia.

Sebelumnya pasangan Lumentut-Mangindaan meninjau stand-stand Pekan Expo Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) melihat berbagai hal menarik dipamerkan seperti alat-alat liturgi yang memiliki nilai sejarah hingga potensi-potensi atau hasil bumi jemaat peserta Pekan Expo GMIM ditampilkan.

Ada lonceng unik gereja peninggalan 1836, bejana baptisan, cawan perjamuan, perlengkapan perjamuan yang dipamerkan salah satu wilayah.

Duo pimpinan Manado tampak antusias mendengarkan penjelasan dari para petugas stand, yang memamerkan replika tempat pembuatan gula aren dan tempat pembuatan captikus.

Wilayah Pinasiowan, tampak ramai dengan permainan kolintang yang disiapkan, Amurang II memamerkan dodol dan bunga yang menjadi ciri khas, Ranoiapo mempercantik stand dengan kolam ikan, wilayah Ratatotok menampilkan labu Jepang non organik dari jemaat Syalom Moreah yang panjangnya sekira 1 meter.

Ada juga alat-alat perjamuan kudus peninggalan pemerintah Hindia Belanda 1898 dan alat penghancur batu yang disebut dodutu, pajangan gambar lokasi pertambangan masyarakat serta hasil laut ikan asin.

GMIM tetap yang terbesar, mari kita bersama-sama mengawal GMIM ke arah yang lebih baik lagi demi kemulian nama Kristus sehingga banyak jiwa terselamatkan, aku bangga GMIM ujar Mangindaan yang juga merupakan Penatua.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026