
Bridge Sulut targetkan dua emas PON Riau

"Mengusahakan prestasi yang diraih di Riau, minimal sama dengan saat PON XVII Kalimantan Timur (Kaltim) 2008," kata Lasut
Manado, (Antara Sulut) - Tim Cabang Olahraga Bridge Sulawesi Utara menargetkan meraih dua medali emas pada PON XVIII di Riau.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sulawesi Utara (Sulut) Hengky Lasut di Manado, Jumat, mengatakan target di Riau adalah bermain sebaik-baiknya untuk memberikan yang terbaik bagi daerah itu.
"Mengusahakan prestasi yang diraih di Riau, minimal sama dengan saat PON XVII Kalimantan Timur (Kaltim) 2008," kata Lasut.
Hengky Lasut menambahkan, pada PON tersebut Sulut meraih dua medali emas, satu perak dan satu perunggu.
Lasut mengatakan, pada PON Riau tersebut Sulut mengikuti lima nomor yang dipertandingkan pada cabang Bridge masing-masing pasangan putra, beregu putra, pasangan putri, beregu putri dan pasangan campuran.
Dua medali emas yang diraih pada PON Kaltim dinomor pasangan putra dan beregu putra.
Untuk PON Riau Sulut menurunkan sejumlah pemain, untuk putra pasangan Hengky Lasut/Eddy Manopo, Bill Mondigir/Youngky Tumbel, Geovany Watulingas/Cliff Tangkuman.
Kemudian putri, Evita Lasut/Sartje Pontoh, Treis Awuy/Cyntia Manueke, Takliana Malonda/Mila Angkou.
Hengky Lasut mengatakan, dengan persiapan yang dilakukan selama ini, tim bridge Sulut sudah siap untuk bertarung di Riau.
"Terpenting dalam pertandingan nanti adalah semangat dari para pemain untuk bertanding," kata Lasut.
Sebelum PON berlangsung kata Lasut, tim bridge tersebut juga telah melakukan "try out" antara lain di
Hongkong, Perancis, kejuaraan nasional di Jakarta dan sejumlah turnamen lainnya.
Pada PON tersebut Sulut mewaspadai kekuatan semua lawan yang akan dihadapi.
"Daerah yang tampil di PON telah melalui seleksi lewat pra kualifikasi PON. semuanya dinilai berat dan tidak boleh pandang enteng," katanya.
Untuk putra pada cabang Bridge ini akan diikuti sepuluh tim atau daerah sedangkan putri enam daerah. @antarasulut.com
Pewarta : Jorie Darondo
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
