Logo Header Antaranews Manado

Produksi Rumput Laut Di Minut Naik 42 Ribu Ton

Senin, 19 September 2011 09:41 WIB
Image Print
Dua petani budidaya rumput laut sedang memisahkan tali pengikat rumput laut hasil panennya di Desa Torobulu, Kab Konawe Selatan, Sultra. (Foto ANTARA/Zabur Karuru/11) (1)
"Dibandingkan sebelumnya, hasil panen untuk budi daya rumput laut, bulan Agustus mengalami kenaikan," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Minahasa Utara".

Minut, (Antara News) - Hasil Budidaya Rumput laut di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sampai Agustus 2011 tercatat mencapai 42.128,59 ton atau 56 persen dari perkiraan produksi tahun 2011.

"Dibandingkan sebelumnya, hasil panen untuk budi daya rumput laut, bulan Agustus mengalami kenaikan," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Minahasa Utara, Ronny Siwi, Minggu.

Siwi mengatakan, paling produkstif yaitu rumput laut berjenis Spinosium, dimana untuk produksinya mencapai 38.700,33 ton selama Agustus 2011.

"Sedangkan untuk rumput laut berjenis Cottoni, baru sekitar 3.428,26 ton," kata Siwi.

Berdasarkan data yang ada, dibandingkan bulan Januari, untuk produksi rumput laut jenis spinosium, hanya sebesar 4.105 ton, sedangkan cottoni, hanya 360 ton.

Sedangkan bulan Februari, untuk produksi rumput laut jenis spinosium, hanya sebesar 4.408 ton, sedangkan cottoni, 374 ton.

Demikian di bulan Maret, untuk produksi rumput laut jenis spinosium, hanya sebesar 4.501 ton, sedangkan cottoni, 387 ton.

Untuk bulan April, produksi rumput laut jenis spinosium, hanya sebesar 4.711 ton, sedangkan cottoni, 398 ton.

Pun di bulan Mei, untuk produksi rumput laut jenis spinosium, hanya sebesar 4.721 ton, sedangkan cottoni, 410 ton.

Produksi rumput laut jenis spinosium di bulan Juni, hanya sebesar 4.4912 ton, sedangkan cottoni, 433 ton.

Di bulan Juli, produksi rumput laut jenis spinosium, naik sebesar 5.401 ton, sedangkan cottoni, 520,14 ton.

Kenaikan produksi kembali terjadi di Bulan Agustus, dimana untuk rumput laut jenis spinosium, sebesar 5.941 ton, sedangkan jenis cottoni naik pula sebesar 546,12 ton.

Produksi rumput laut ini dikatakan Siwi, paling besar terdapat di Desa Naen.

Siwi berharap, produksi dan budidaya rumput laut di Minahasa Utara, akan terus berkembang, sehingga memberikan dampak PAD bagi daerah ini.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026