Logo Header Antaranews Manado

Pemkot Manado Jamin Sembako Cukup Hingga Lebaran

Jumat, 29 Juli 2011 07:43 WIB
Image Print
Pedagangan Beras di Pasar Bersehati Manado (Foto ANTARA Sulut/Guntur Bilulu/072011)

Manado, (Antara News) - Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menjamin persediaan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) cukup sampai dua bulan ke depan hingga Hari Raya Idul Fitri 1432 hijriah.

"Persediaan pangan di Manado ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua warga Manado bahkan Sulawesi Utara sebab setiap dua minggu sekali pasokan bahan pangan selalu masuk dalam jumlah besar," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Manado, Fanny Sirang, di Manado, Kamis.

Sirang mengatakan, stok kebutuhan pokok yang ada sekarang adalah beras sebanyak 32.700 ton cukup hingga dua bulan ke depan, gula pasir 4.150 ton tersedia sampai satu bulan kedepan, minyak goreng 750 ribu ton, tepung terigu 2.800 ton dan mentega 700 ton, susu 1.500 ton, telur 5.100.000 butir.

Khusus untuk stok daging ayam dan sapi, kata Sirang, juga cukup tetapi untuk ini mereka bekerjasama dengan Dinas Pertanian untuk memastikan persediaan kebutuhan pokok ini tetap aman dan cukup sampai dua bulan kedepan, apalagi saat akan memasuki puasa.

"Warga Manado tidak usah khawatir kekurangan bahan pangan karena setiap dua pekan pasokan selalu masuk Manado sehingga belum lagi habis yang lama, sudah masuk pasokan baru, hingga tak ada yang perlu ditakutkan," kata Sirang.

Bahkan, jelasnya, dari hasil rapat koordinasi yang digelar bersama dengan Disperindag provinsi dan distibutor menjamin kalau persediaan bahakn pokok tidak akan langka, sebab semuanya sepakat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kota Manado juga warga Sulut pada umumnya.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado dari Partai Amanat Nasional (PAN) Boby Daud mengingatkan Pemkot agar memperhatikan dengan benar mengenai persediaan bahan kebutuhan pokok, jangan sampai terjadi kelangkaan, apalagi saat umat muslim sedang berpuasa dan akan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

"Juga jangan sampai terjadi penimbunan kebutuhan pokok oleh oknum tidak bertanggungjawab, jangan sampai hal ini terlewatkan diperhatikan pemerintah, karena bukan tidak mungkin ada yang coba-coba mengambil untung menjelang pelaksanaan lebaran," kata Daud.

Salah satu warga Manado asal Kecamatan Tuminting, Ny. Alfin Manoppo, mengatakan, hingga sekarang mereka masih tetap mudah mendapatkan kebutuhan pokok di pasaran walaupun memang harganya mulai beranjak naik.

"Sebenarnya kami tidak begitu memikirkan kenaikan kalau hanya sedikit yang penting barang harus tetap ada dan tersedia supaya kami tidak kesulitan saat harus membeli," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026