Logo Header Antaranews Manado

Masyarakat Manado Belum Mengenal Pasar Modal

Selasa, 23 November 2010 15:19 WIB
Image Print

Manado, (Antaranews) - Masyarakat Manado dan sekitarnya belum banyak mengenal pasar modal sebagai salah satu sarana investasi, terlihat dari kurangnya masyarakat yang berinvestasi di bursa saham hingga kini.

"Sosialisasi pasar modal di Manado masih dibutuhkan waktu cukup lama sehingga masyarakat semakin mengetahui tentang pasar modal," kata Kuasa Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Manado, Bursa Efek Indonesia(BEI), Fonny The di Manado, pada workshop pasar modal sebagai alternatif investasi di Manado, Selasa.

Kendati masyarakat banyak yang belum tertarik di pasar modal, tetapi Fonny optimistis pasar modal menjadi salah satu alternatif investasi yang menguntungkan di kemudian hari.

"Salah satu pendorong yang diharapkan dapat mendorong tumbuhnya minat masyarakat terhadap pasar modal yakni bila semakin banyak perusahaan sekuritas yang buka cabang di Manado, dengan demikian masyaraka bisa membeli dan menjual saham suatu perusahaan," kata Fonny.

Hingga saat ini di Manado baru ada empat perusahaan sekuritas yang membuka cabangnya, sementara sebanyak 113 perusahaan sekuritas lainnya yang menjadi penjamin emisi BEI, masih diharapkan kehadirannya di ibukota Provinsi Sulut.

Fonny menjelaskan pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang memerlukan dana dengan pihak yang memiliki kelebihan dana, ini yang perlu dipahami masyarakat.

Selain itu, pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.

Di Indonesia hingga kini sudah terdapat 416 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI), sehingga sahamnya bisa diperjualbelikan oleh masyarakat.

"Membeli saham suatu perusahaan berarti masyarakat diberi kesempatan memiliki perusahaan besar seperti Telkom, melalui kepemilikan sahamnya," kata Fonny.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026