Logo Header Antaranews Manado

Juara Dunia Baru

Kamis, 8 Juli 2010 06:34 WIB
Image Print
Hence Paat

Semarak Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan (Afsel) tinggal selangkah lagi akan berakhir, karena partai semi final yang diikuti empat negara Belanda, Jerman, Spanyol dan Uruguay sudah memainkan partai menegangkan itu.

Hasil dari partai semi final itu telah mengantarkan dua negara terbaik di belahan benua Eropa, Spanyol dan Belanda untuk berebut "tahta" terbaik dunia di Soccer City Stadion Kota Johanesburg, Afsel pada 11 Juli 2010 mendatang.

Ada dua catatan penting yang patut digaris bawahi, yakni pertama adalah final yang melibatkan dua kekuatan belahan Eropa, serta absennya utusan dari benua Amerika seperti Brazil, Argentina dan Uruguay di partai puncak.

Kedua, baik Spanyol dan Belanda yang banyak mengusung permainan indah menyerang itu, belum pernah mencicipi gelar juara dunia sejak gelaran empat tahunan itu digelar di Uruguay tahun 1930.

Brazil sendiri perna mencicipi lima kali juara dunia pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002, kemudian Italia sebanyak empat kali juara dunia pada tahun 1934, 1938, 1982 dan 2006, dan Jerman tiga kali pada tahun 1954, 1974 dan 1990.

Kemudian Argentina sebanyak dua kali juara dunia pada tahun 1978 dan 1986, Uruguay dua kali pada tahun 1930 dan 1950 serta Inggris satu kali pada tahun 1966 dan Perancis satu kali pada tahun 1998.

Sementara Belanda sendiri pernah masuk final dua kali, namun belum merasakan "kenikmatan" memegang piala dunia yang dilapisi emas itu.

Kini saatnya dua negara yang menghadirkan pemain-pemain terbaik dunia untuk merasakan juara dunia baru di Afsel, karena materi yang dimiliki saat ini merupakan generasi emas dengan usia produktif untuk memamerkan keindahan sepak bola itu.

Spanyol yang mengalahkan Jerman 1-0 itu, tampil dengan materi tim terbaik dunia diwakili Barcelona dan Real Madrid, yang menghentak liga-liga Eropa.

Seperti Iker Cassilas, Sergio Ramos, Xabi Alonso serta Raul Albiol dari Real Madrid, Charles Puyol, Gerard Pique, Andres Iniesta, Xavi Hernandes dari Barcelona, kemudian Fernando Tores dan Pepe Reina dari Liverpool dan David Villa dan David Silva dari Valencia, Francesc Fabregas dari Arsenal.

Belanda sendiri turut menyumbang sejumlah pemain di klub-klub terbaik Eropa maupun ada yang berlaga di Liga Spanyol, sebut saja Wesley Sneijder yang mengantar Inter Milan juara Liga Champions Eropa 2010, Arjen Robben dan Mark Van Bommel mengantar Bayern Muenchen Runner Up Liga Champions.

Kemudian nama-nama tenar seperti Rafael Van Der Vaart di Real Madrid, Dirk Kuyt di Liverpool, Robin Van Persie di Arsenal serta lainnya yang berlaga di tim besar Eropa.

Yang pasti partai final mempertemukan dua negara yang belum pernah juara dunia itu, akan menghadirkan partai berkelas dan membuat penonton tidak pernah bosan dengan gaya ofensif dan atraktif.

Siapapun yang menguasai laga, terutama memimpin lini tengah tentunya akan menjadi pemenang, karena strategi dua pelatih, Vincente Del Bosque dan Bert Van Marwijk tidak ingin partai berkelas itu hanya menoton saja.

Jika kedua negara terlalu berhati-hati memegang kendali permainan di final, serta ingin bermain aman di area masing-masing, bisa saja peluang adu pinalti terjadi setelah dua kali 45 menit dan tambahan waktu skor masih berimbang.

Pertandingan itu akan ramai tak kala lapangan tengah diisi pemain-pemain terbaik dunia, sebut saja Xavi, Iniesta dan Alonso akan bertarung habis-habisan merebut bola dengan pemain sekelas Robben, Sneijder dan Bommel dari Belanda.

SISI EMOSIONAL WARGA MANADO

Sementara itu, partai final menghadirkan Belanda dan Spanyol di Soccer City Johanesburg itu, menghadirkan sisi menarik bagi warga Manado yang akan menyaksikan di layar kaca pada Senin (11/7) dini hari nanti.

Pasalnya sebagian besar warga Manado ternyata pendukung setia tim Belanda walaupun tidak sedikit juga mendukung Spanyol.

Dukungan ke Belanda datang dari kalangan anak muda hingga orang tua, dengan setianya menyaksikan kehebatan Belanda sejak diperkuat eranya Johan Crufft, Ruud Gullit, Van Basten hingga tim sekarang.

Turut selidik ternyata warga di Manado dan Sulut secara keseluruhan banyak mengenyam budaya dari Belanda, karena memang pernah dijajah hingga 350 tahun lamanya oleh biasa disebut "compenie".

Tidak heranlah jika sebagian warga Sulut memiliki marga dari Belanda seperti Wensen, Heydeman, Voerman, Voges, Van Duim, Van Diest dan lain-lain.

Warga Manado masih menganggap kemenangan Belanda juga merupakan kemenangan sebagian besar warga Manado, walaupun piala yang dilapisi emas itu tidak pernah dan tak akan pernah singgah di bumi "Nyiur Melambay".

* Wartawan Perum LKBN ANTARA Sulut dan penggemar sepak bola.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026