Logo Header Antaranews Manado

Peluang Investasi Infrastruktur di Timur Besar

Selasa, 12 Januari 2010 12:51 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Perbankan menilai peluang investasi infrastruktur di kawasan timur Indonesia sangat besar karena sebagian besar pagu APBN untuk infrastruktur akan digunakan kawasan timur.

Keoptimistisan tersebut diungkapkan oleh Direktur Keuangan PT Perusahaan Pembangunan (Persero), Tumiyana, di Makassar, Selasa.

"Pagu infrastruktur sebesar Rp300 triliun sebagian besar akan digunakan di kawasan timur Indonesia," jelasnya.

Eksekutif Direktur PT Danareksa Sekuritas, Stephanus Turangan, juga mengungkapkan keyakinannya akan pasar investasi di Makassar dan timur Indonesia.

"Kontribusi pasar investasi dari Makassar cukup kuat pertumbuhannya juga bagus. Bahkan, retribusi retail-nya cukup besar dibandingkan industri," katanya yang memperkirakan kecenderungan peningkatan pada 2010.

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Director Investment Banking Mandiri Sekuritas, Teguh. Menurutnya, animo investor Makassar dan Surabaya sangat tinggi.

Tumiyana menambahkan, tidak benar jika perbankan selama ini meragukan pasar investasi konstruksi. "Buktinya, nilai jaminan BUMN yang tadinya 20 persen menjadi 30 persen," ujarnya.

Ia mencontohkan, proyek pembangunan pembangkit listrik 2x150 megawatt di Cilegon senilai Rp3,3 triliun menjadi bukti dukungan perbankan terhadap pembangunan infrastruktur.

Investasi di bidang energi lainnya adalah proyek PLTU milik anak perusahaan PT Krakatau Steel senilai Rp3,3 triliun.

Direktur Operasi PT PP Kisomodarmawan menambahkan, pihaknya menginvestasikan 60 persen modalnya pada infrastruktur dan kontruksi energi.

Selain itu, pihaknya melakukan partisipasi pembangunan jalan tol di Jakarta dan sekitarnya bersama PT Jasa Marga, pembangunan properti perumahan di Bekasi dan mal di Surabaya. Termasuk proyek hotel dan kampus penerbangan di Arab Saudi.

Sisa modal akan digunakan sebagai penguatan modal kerja di sektor investasi. "Ini merupakan konsistensi kami di bisnis jasa kontruksi," ujarnya.

Di Makassar, proyek yang tengah ditangani adalah pembangunan Universitas Hasanuddin sebesar Rp400 miliar, Universitas Islam Negeri (UIN) Rp250 miliar dan DAM Karebe yang merupakan proyek Hydro Power PT INCO.

(T.KR-RY/M012)