
Warga Makassar Naikkan Bendera Setengah Tiang

Makassar (ANTARA Sulsel) - Warga Makassar menaikkan bendera setengah tiang untuk mengenang kepergian Mantan Presiden RI Abdurahman Wahid (Gus Dur).
"Gus Dur itu sosok tokoh yang bisa menjadi pemersatu bangsa. Wajar kalau bendera setengah tiang kami naikkan untuk menghargai jasa-jasa beliau," kata warga Tamalanrea Makassar, Benny (45) saat ditemui di Makassar, Kamis.
Pria asal Sumatera Barat ini mengaku sangat mengagumi sosok Gus Dur yang dinilai sulit ditemukan lagi di Indonesia.
"Orangnya simple, berpikir bukan dengan teori saja melainkan konsisten menjalankan hal-hal yang beliau anggap benar. Sulit mendapati pribadi Gus Dur di jaman sekarang," ujarnya.
Hal sama juga disampaikan warga kompleks kehakiman, Panaikang Makassar, Yuliana (39), dia mengaku ikut berduka atas kepergian sosok pahlawan nasional bangsa ini.
Menurut karyawati swasta ini, Gus Dur tidak membedakan antara suku dan agama di negeri ini, beliau itu tokoh kebanggaan masyarakat Indonesia.
"Cuman Gus Dur yang sering memperjuangkan kaum minoritas. Meski, sering didemo (kritik) orang," ujarnya sembari menunjuk foto Gus Dur yang Ia pasang di dinding rumahnya.
Wanita asal Tana Toraja ini mengaku memasang sendiri bendera setengah tiang tanpa adanya paksaan. "Saya suka (kagum) dengan Gus Dur, makanya saya naikkan bendera di rumah ku," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meminta rakyat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang selama satu minggu mulai Kamis, 31 Desember 2009 sampai Rabu, 6 Januari 2010.
SBY dalam penguburan jenazah Gus Dur di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12) memimpin langsung upacara kenegaraan itu.
Gus Dur Wafat di usia 69 tahun pada Rabu, 30 Desember 2009 jam 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dengan meninggalkan istrinya Sinta Nuriyah dan empat orang putri yakni Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.
(T.PK-HK/F003)
