Minahasa Tenggara (ANTARA) - Tiga Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Minahasa Tenggara, mencatat penurunan omzet lebih dari 50 persen karena terdampak penyebaran COVID-19.

"Penyebaran COVID-19 ini sangat mempengaruhi aktivitas perekonomian di Minahasa Tenggara, sehingga itu juga mempengaruhi omzet penjualan di SPBU," kata Ronald Kandoli, pemilik tiga SPBU di Minahasa Tenggara, Jumat.

Ronald mengungkapkan aturan yang membatasi kegiatan keluar rumah masyarakat telah mempengaruhi penjualan SPBU di Ratahan, Belang, dan Tombatu.

"Kami juga memaklumi kondisi yang terjadi saat ini. Kami juga sebagai pelaku usaha sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19 ini," ujarnya.

Namun, kata mantan Wakil Bupati Minahasa Tenggara ini, meski ada penurunan penjualan, pihaknya tetap melakukan pelayanan seperti biasa dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Baik pekerja maupun masyarakat yang akan melakukan pengisian bahan bakar kami sampaikan tentang aturan dalam pengisian bahan bakar selama pandemi COVID-19," kata Ronald.

Selain itu, ia menjamin ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat dan tak ada gangguan pasokan pengiriman dari Bitung.

"Dengan kata lain, kami juga membantu pemerintah dalam ketersediaan kebutuhan bagi suatu wilayah meski daya jual saat ini alami penurunan yang luar biasa," ujarnya.

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2024