Herd immunity skenario terburuk tangani COVID-19, kata Peneliti
Kamis, 26 Maret 2020 19:07 WIB
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta (ANTARA) - Kekebalan kelompok (herd immunity) adalah solusi terakhir dan skenario paling buruk untuk menangani COVID-19 dengan risiko yang besar karena banyaknya jumlah infeksi yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan, kata peneliti mikrobiologi Sugiyono Saputra.
"Herd immunity adalah skenario terburuk sebetulnya, jangan sampai kita terinfeksi semua karena biaya perawatan bisa menjadi lebih mahal," kata peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis.
Menurut dia, memang dalam teori herd immunity atau kekebalan kelompok atau komunitas membuat kemungkinan virus menginfeksi akan semakin kecil ketika tercipta keadaan di mana banyak orang yang sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu.
Kekebalan seseorang dapat muncul jika dia sudah pulih dari infeksi penyakit atau lewat intervensi medis lewat vaksinasi.
Menurut situs Kementerian Kesehatan sendiri herd immunity menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan atau dengan semakin kecilnya kemungkinan berkontak dengan orang yang terinfeksi.
Namun, herd immunity membutuhkan jumlah orang yang terinfeksi dan sembuh dalam jumlah besar dan untuk kasus virus yang belum terdapat vaksinnya seperti COVID-19 hal itu akan menimbulkan risiko besar.
"Lebih baik saat ini mendorong pencegahan jangan sampai tertular, jangan sampai kita menunggu sakit lalu terus kebal," kata dia.
Upaya pencegahan ada dalam bentuk farmasi dan non farmasi. Untuk farmasi saat ini para peneliti tengah meneliti vaksin untuk mencegah COVID-19 dan obat untuk menyembuhkan dari penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu.
"Sedangkan upaya non farmasi seperti yang tengah digalakkan oleh pemerintah saat ini yaitu physical distancing atau menjaga jarak untuk menekan angka penularan penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu," ujar Sugiyono.*
"Herd immunity adalah skenario terburuk sebetulnya, jangan sampai kita terinfeksi semua karena biaya perawatan bisa menjadi lebih mahal," kata peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis.
Menurut dia, memang dalam teori herd immunity atau kekebalan kelompok atau komunitas membuat kemungkinan virus menginfeksi akan semakin kecil ketika tercipta keadaan di mana banyak orang yang sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu.
Kekebalan seseorang dapat muncul jika dia sudah pulih dari infeksi penyakit atau lewat intervensi medis lewat vaksinasi.
Menurut situs Kementerian Kesehatan sendiri herd immunity menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan atau dengan semakin kecilnya kemungkinan berkontak dengan orang yang terinfeksi.
Namun, herd immunity membutuhkan jumlah orang yang terinfeksi dan sembuh dalam jumlah besar dan untuk kasus virus yang belum terdapat vaksinnya seperti COVID-19 hal itu akan menimbulkan risiko besar.
"Lebih baik saat ini mendorong pencegahan jangan sampai tertular, jangan sampai kita menunggu sakit lalu terus kebal," kata dia.
Upaya pencegahan ada dalam bentuk farmasi dan non farmasi. Untuk farmasi saat ini para peneliti tengah meneliti vaksin untuk mencegah COVID-19 dan obat untuk menyembuhkan dari penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu.
"Sedangkan upaya non farmasi seperti yang tengah digalakkan oleh pemerintah saat ini yaitu physical distancing atau menjaga jarak untuk menekan angka penularan penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu," ujar Sugiyono.*
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolri optimistis vaksinasi segera tuntas karena didukung tokoh agama
19 February 2022 20:20 WIB, 2022
Vaksinasi COVID-19 Lantamal VIII Manado berikan herd immunity masyarakat
17 February 2022 5:34 WIB, 2022
Lantamal VIII gerakkan prajurit dan nakes dalam membentuk herd immunity
05 February 2022 11:49 WIB, 2022
Anggota DPR RI ajak masyarakat terus galakkan gerakan disiplin prokes
16 November 2021 9:23 WIB, 2021
Sinergi Sumsel dengan "keroyok vaksinasi" kejar target "herd immunity"
19 October 2021 12:55 WIB, 2021
Chatib Basri: Target ekonomi 5,2 persen sangat berpotensi tercapai pada 2022
18 October 2021 15:23 WIB, 2021
Wapres ingatkan kekebalan komunal nasional COVID-19 perlu kerja keras
06 October 2021 9:28 WIB, 2021
Tim di Kabupaten Bangka Barat lakukan vaksinasi COVID-19 di lokasi tambang
29 September 2021 12:59 WIB, 2021
PKS Jatim berkomitmen gencarkan vaksinasi dukung capaian "herd immunity"
18 September 2021 12:58 WIB, 2021
Pontianak targetkan 80 persen capaian vaksin hingga akhir tahun 2021
17 September 2021 9:27 WIB, 2021