Manado, 5/8 (Antara) - Sekitar 100 warga binaan pemasyarakatan baik narapidana maupun tahanan  Rumah Tahanan Negera (Rutan) Klas II A Malendeng Manado, mengikuti senam poco-poco dalam rangka pemecahan rekor dunia.
      Kepala Rutan Manado Ronny Rumondor, di Manado, Minggu, mengatakan kegiatan ini untuk mendukung program nasional, dimana poco-poco merupakan budaya dari Indonesia.
      "Selain Rutan Manado, juga dilakukan  Lembaga Pemasyarakatan dan Rutan di Seluruh Indonesia," katanya, didampingi Kasi Pelayanan Tahanan Wahyono.
      Ia mengatakan pihaknya telah melakukam persiapan sebaik mungkin dalam mendukung kegiatan ini supaya dapat berlangsung sukses.
      Dalam melakukan persiapan tentunya memerlukan waktu dan tenaga yang ekstra untuk melatih warga binaan.
      "Sebelum pelaksanaan, telah melakukan latihan untuk lebih mempersiapkan diri," katanya.
      Ia menambahkan guna suksesnya kegiatan ini juga menggunakan aplikasi zoom, sehingga memerlukan  perhatian yang ekstra.
    Pada kegiatan yang dilaksanakan di lapangan dalam Rutan Manado, warga binaan dengan memakai kaos  berwarna merah melaksanakan kegiatan poco-poco yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia itu, dengan penuh antusias.
      Sebelum melaksanakan poco-poco, warga binaan juga mengikuti kegiatan pembukaan yang dilaksanakan di Jakarta melalui layar lebar  berada di depan para peserta poco-poco yang saat itu telah berdiri dalam keadaaan siap dan teratur.
     Pemecahan rekor senam poco-poco serentak tersebut juga diikuti sejumlah Lapas dan Rutan di Sulawesi Utara, seperti Lapas Manado dan LPKA Tomohon.
***4***