Manado - Teriakan   In - do - ne- sia, berulang kali yang disuarakan  puluhan pelajar menggema dari sisi kanan tribun  gedung hall A KONI Sario Manado, pada  Rabu, (25/7).
 Teriakan ditujukan kepada sekitar 15 petinju Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang lagi "mandi keringat" dengan latihan keras, oleh pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Manado, untuk menyemangati para atlet yang disiapkan menghadapi   Asian Games XVIII pada 18 Agutus - 2 September 2018, di Jakarta.
     Pelajar putih abu-abu tersebut tak henti-hentinya mengobarkan semangat berlatih bagi para petinju itu.
      Teriakan dukungan tersebut, dijawab para petinju dengan latihan serius dan penuh semangat.
     Para petinju terus mengikuti instruksi  disampaikan sejumlah pelatih yang menangani atlet Pelatnas tersebut.
      Baik dalam melakukan latihan antara lain sparing partner diatas ring, memukul samsak maupun menggunakan tali skiping.
      Ini membuat para pelajar tidak sedikitpun beranjak dari tempat duduk. Mereka terus bertahan  hingga para atlet selesai melakukan latihan.
       Kebersamaanpun nampak antara para pelajar dengan petinju Pelatnas itu, diakhiri dengan melakukan senam Tobelo bersama-sama.
        Zaldi Yudi Tawaang, Guru Pembina Kesiswaan SMK Negeri I Manado mengatakan kedatangan para siswa tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan bagi petinju Pelatnas yang sedang berlatih untuk menghadapi Asian Games.
     "Kedatangan ini untuk memberikan semangat kepada para petinju yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Asian Games itu," katanya.
     Ia berharap kunjungan para pelajar ini bisa memotivasi  para atlet untuk tampil baik dan meraih prestasi dengan mendapatkan medali emas di Cabang OlahragaTinju.
     "Indonesia pasti Jaya" katanya dengan penuh semangat
      Dukungan kepada petinju bukan saja dilakukan para pelajar tetapi juga dari kalangan lainnya.
      Anggota TNI, Polri, Bhayangkari dan komunitas masyarakat lainnya juga tidak ketinggalan untuk melihat latihan para petinju sekaligus memberikan dukungan.
      Pelatih Pelatnas Muhammad Ali mengatakan merasa senang dengan dukungan yang diberikan masyarakat Manado yang begitu  luar biasa bagi para petinju tersebut.
       "Sambutan masyarakat luar biasa, ini memotivasi menyemangati bagi petinju dalam latihan," kata Ali.
       Ketua Umum PP Pertina Brigjen Pol Johni Asadoma mengatakan berterima kasih dengan dukungan masyarakat yang begitu antusias dan luar biasa kepada petinju.
     Menyambut baik dukungan  seluruh masyarakat, komunitas berbagai kalangan, termasuk para pelajar bagi tim Tinju Indonesia.     
    Kehadiran penonton ini untuk memberikan motivasi dan semangat para atlit untuk terus berlatih. 
    Tujuannya adalah untuk memberikan support, memberikan dukungan kepada para petinju, memberikan doa restu agar bisa sukses pada Asian Games nanti.
     Dukungan masyarakat ini, akan menambah energi baru  bagi para petinju untuk lebih keras berlatih  dan tampil maksimal serta tampil habis-habisan di Asian Games nanti.
     "Ini untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya, pada Asian Games tersebut," kata Asadoma, yang saat ini menjabat Wakapolda Sulawesi Utara.
      
      Dikunjungi Menteri
      Sebelumnya, dukungan kepada petinju Pelatnas dan pelatih tersebut diberikan Menteri  Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani  serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
       Kedua menteri yang datang tidak  bersamaan itu, meninjau langsung lokasi latihan di Gedung KONI Sario Manado, memberikan motivasi kepada para petinju yang lagi digodok menghadapi Asian Games.
        Menteri Puan Maharani didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melihat langsung kondisi latihan petinju yang disiapkan untuk bertarung pada Asian Games.
     "Menteri Puan Maharani memotivasi para pelatih dan atlet, serta berharap dapat medali emas di Asian Games 2018," kata Asadoma.
      Asadoma mengatakan kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah sangat besar terhadap persiapan para atlet.
       Ini tentunya akan memotivasi para petinju untuk bisa memberikan yang terbaik pada Asian Games 2018.
      "Ini akan menjadi evaluasi bagi kita, apa yang akan disiapkan dan ditingkatkan untuk memberikan hasil terbaik di Asian Games," kata Asadoma.

  Target Emas
     Tinju merupakan salah satu dari  40 cabang olahraga yang di pertandingkan pada pesta olahraga Asia ke-18.
      Dari cabang "adu jotos" ini diharapkan dapat menyumbangkan satu medali emas bagi Indonesia.
      Indonesia, terakhir meraih medali emas di cabang tinju pada Asian Games 1990 di Beijing.
     Pada Asian Games tahun 2018 ini, Indonesia menargetkan meraih satu medali emas.
      Dalam menghadapi pesta olahraga Asia tersebut, selain melaksanakan Pelatnas di Manado, para petinju melakukan uji coba pada berbagai pertandingan di luar negeri maupun dalam negeri.
       Try out yang dilakukan antara lain mengikuti kejuaraan tinju India Open serta kejuaraan tinju di negara Ukraina.
       Di Ukraina selain mengikuti pertandingan, para petinju juga melakukan latihan selama satu setengah bulan.
       Para petinju juga mengikuti kejuaraan di Bangkok Thailand serta Kejuaraan Tinju Internasional di Manado, Sulawesi Utara diikuti sepuluh negara serta 21 provinsi di Indonesia.
     Johni Asadoma mengatakan kemajuan para petinju yang akan tampil di Asian Games mengalami perkembangan yang baik.
    "Dengan latihan dilaksanakan selama ini, mengalami kemajuan yang bagus terutama setelah balik dari latihan di Ukraina," kata Asadoma.
     Saat ini terdapat 15 petinju Pelatnas yang  melakukan latihan dalam menghadapi Asian Games.
     Dari sejumlah petinju itu, sebanyak sepuluh petinju terdiri dari tiga petinju putri dan tujuh  putra untuk  tampil di Asian Games nanti.
    Kesepuluh petinju itu antara lain Beatrix Sugoro
Mario Kali, Aldon Suguro, Sunan Agung, Faren Papendang, Libertus Gha, Sorahatua dan Bram.
     Asadoma  berharap di Asian Games nanti para petinju dapat  meraih prestasi dengan target satu medali emas. ***4***

Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2024