Manado, (Antaranews Sulut) - Legislator Senayan, Dr. Bara Krishna Hasibuan, memanfaatkan masa reses dengan bertemu dengan konstituen di daerah pemilihan Sulawesi Utara untuk menyerap aspirasi dan menyosialisasikan pilar kebangsaan, kepada masyarakat Batak di Manado, Minggu. 

     "Ketika mendirikan bangsa ini, para bapak bangsa sudah menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang harus dipegang teguh," kata Bara Hasibuan, di Gereja HKBP Manado. 

     Dia mengatakan, Pancasila sebagai dasar negara diakui sejak negara berdiri, kemudian ada pilar kebangsaan, yakni UUD 45, NKRI dan Bhinekka Tunggal Ika, yang merekatkan seluruh anak bangsa.  Bara Hasibuan, saat sosialisasi pilar kebangsaan di Manado. (jo) (1)

     Menurutnya, bangsa Indonesia sekarang banyak menghadapi pencobaan dan ancaman desintegrasi bangsa, maka sebagai anak bangsa seluruh pemuda, harus tetap menjaga dan mengamankan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinekka Tunggal Ika. 

     Yang terutama katanya, semua hal tersebut harus menjadi harga mati yang dipertahankan dan tidak boleh diabaikan dengan alasan apapun, termasukaksi teroris yang mengancam kerukunan antar umat beragama dan persatuan bangsa, harus dilawan dan ditolak dengan tegas, karena apapun namanya itu tidak boleh ada di Indonesia. 

     "Karena negara ini didirikan oleh orang-orang yang berasal dari latarbelakang suku agama dan ras yang berbeda, seperti Ambon, Manado, Jawa, Batak, dan Tionghoa, itulah sebabnya Bara Hasibuan, saat sosialisasi pilar kebangsaan di Manado. (jo) (1) kita punya bhineka tunggal ika, jadi harus tetap dijaga," katanya. 


     Dalam pertemuan dengan masyarakat Batak Manado di HKBP Teling Manado, yang dimoderatori Pdt. Ronny Napitulu itu, ada dialog dengan masyarakat termasuk para mahasiswa asal Batak, yang kuliah di Unima dan Unsrat Manado serta masyarakat yang sudah tinggal dan berbaur dengan orang Manado. ***

Pewarta : Joyce Hestyawatie B

Copyright © ANTARA 2024