DPRD Manado: Disdik Harus Evaluasi Hasil UNBK 2017 Buruk
Selasa, 6 Maret 2018 7:32 WIB
Wakil Ketua DPRD Manado, Richard Sualang. (1)
Manado, (Antaranews Sulut) - DPRD Manado mengingatkan dinas pendidikan (Disdik) setempat untuk mengevaluasi pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2017, dalam menghadapi ujian 2018.
"Hal tersebut disarankan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena data menunjukan hasil UNBK perseorangan siswa SMP di Manado rendah, hanya berada di urutan 13 dari 15 kabupaten kota di Sulut, dan nilai empat mata pelajaran semuanya rendah, sungguh memalukan, " kata Wakil Ketua DPRD Manado, Richard Sualang di Manado, Senin.
Sualang mengatakan hasil ujian perseorang rendah jika dinilai dari batas daerah apalagi nasional, sehingga harus menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan tahun ini.
Apalagi kata Sualang, data tersebut sudah dipegang oleh dinas pendidikan, sejak akhir tahun lalu sehingga pasti sudah diketahui dan harus ada langkah nyata untuk memperbaiki nilai yang buruk itu.
Dia mengingatkan dinas pendidikan Manado harus lebih memperhatikan pembangunan mutu pendidikan yakni prestasi siswa, bukan hanya fokus pada pembangunan fisik saja.
"Itu harus dipicu oleh dinas pendidikan sendiri, bukan dari luar, dan kami akan mengawasi ketat hal tersebut, sebab yang utama adalah mutu, bukan hanya sekadar memperbaiki gedung sekolah saja," katanya.
Dia mengatakan, berdasarkan data dari Kemendikbud, nilai ujian dari 7.858 siswa SMP, untuk Bahasa Indonesia rata-rata 57,34, Bahasa Inggris 47,30, Matematikan 39,50 dan IPA 43,85 dengan total 187,99.
Dia mengingatkan, jika mau nilai baik pada tahun ini, maka dinas pendidikan Manado harus berpacu dengan waktu, memberikan ekstra pengayaan pada siswa dan melakukan perbaikan di berbagai bidang yang menjadi celah kekurangan para siswa.
(T.KR-JHB/B/G004/G004) 05-03-2018 20:46:28
"Hal tersebut disarankan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena data menunjukan hasil UNBK perseorangan siswa SMP di Manado rendah, hanya berada di urutan 13 dari 15 kabupaten kota di Sulut, dan nilai empat mata pelajaran semuanya rendah, sungguh memalukan, " kata Wakil Ketua DPRD Manado, Richard Sualang di Manado, Senin.
Sualang mengatakan hasil ujian perseorang rendah jika dinilai dari batas daerah apalagi nasional, sehingga harus menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan tahun ini.
Apalagi kata Sualang, data tersebut sudah dipegang oleh dinas pendidikan, sejak akhir tahun lalu sehingga pasti sudah diketahui dan harus ada langkah nyata untuk memperbaiki nilai yang buruk itu.
Dia mengingatkan dinas pendidikan Manado harus lebih memperhatikan pembangunan mutu pendidikan yakni prestasi siswa, bukan hanya fokus pada pembangunan fisik saja.
"Itu harus dipicu oleh dinas pendidikan sendiri, bukan dari luar, dan kami akan mengawasi ketat hal tersebut, sebab yang utama adalah mutu, bukan hanya sekadar memperbaiki gedung sekolah saja," katanya.
Dia mengatakan, berdasarkan data dari Kemendikbud, nilai ujian dari 7.858 siswa SMP, untuk Bahasa Indonesia rata-rata 57,34, Bahasa Inggris 47,30, Matematikan 39,50 dan IPA 43,85 dengan total 187,99.
Dia mengingatkan, jika mau nilai baik pada tahun ini, maka dinas pendidikan Manado harus berpacu dengan waktu, memberikan ekstra pengayaan pada siswa dan melakukan perbaikan di berbagai bidang yang menjadi celah kekurangan para siswa.
(T.KR-JHB/B/G004/G004) 05-03-2018 20:46:28
Pewarta : Joyce Hestyawatie B.
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo: MBG, kesehatan gratis, pendidikan adalah motor kesejahteraan bangsa
02 February 2026 17:23 WIB
Bicara di hadapan akademisi Inggris, Prabowo paparkan visi pendidikan Indonesia
21 January 2026 7:07 WIB
Pangdam Merdeka: Sekolah Rakyat wujud perhatian negara buka akses pendidikan
16 January 2026 7:07 WIB
Perusahaan otomotif dukung pendidikan vokasi siswa SMK di Sulut-Gorontalo
17 November 2025 18:45 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022