Manado, (Antarasulut) - Wajah Stenly Tamo, tampak sangat geram. Dengan gerakan refleks, politisi Partai Hanura itu membanting map di tanganya yang berisikan RKA dari ULP begitu selesai membacanya. 

     "Ngoni pandang enteng kang, masa cuma bawa ini satu, so kurang ajar ini, ketua kita menolak mo bahas ini ULP," kata Tamo, sambil mengangkat tangannya memegang kacanya yang nyaris terlepas karena gerakanya. 

     Tamo mengatakan, jika komisi C memaksakan membahas ULP, maka selaku ketua fraksi Hanura, dia mengatakan fraksinya menolak dan membuat laporan resmi tentang hal itu. 

     Kekesalan Tamo bahkan disampaikan langsung kepada Sekretaris daerah kota, Rum Usulu dan Asisten III, Frans Mewengkang dan minta agar yang bersangkutan diganti atau diberikan teguran, sebab ketika masuk ruangan komisi C, kepala ULP J Rumagit, membawa satu eksemplar berkas RKA dan tidak mengatakan apakah akan memperbanyak atau lainnya.  
 
     Komisi C dipimpin oleh ketuanya Lily Binti kemudian sepakat menunda pembahasan rencana anggaran ULP untuk 2018, dan menyuruhnya melengkapi semua yang diperlukan baru akan dibahas Rabu ini.  

     Menurut Binti, itu adalah contoh, kalau komisi tidak main-main, dan mau agar semua pihak terutama perangkat daerah menghormati mereka dan tidak menunjukan sikap pandang enteng dalam pembahasan, karena yang akan dibahas berhubungan dengan hajat hidup orang banyak.*** 


Pewarta : Joyce Bukarakombang
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024