Kepala Bnpb Willem Rampangiley Pantau Bencana Bitung
Kamis, 16 Februari 2017 11:59 WIB
Kepala Bnpb RI Willem Rampangiley brsama Wali Kota Bitung Maxmiliaan Lomban, WakilWali Kota Bitung Maurits Mantiri saat mengunjungi lokasi bencana banjir bandangdi Kota bitung, Sulut. (1)
Bitung, (Antara) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Willem Rampangiley, Rabu, memantau langsung bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara.
"Penanganan bencana alam di sini cepat, sehingga tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut dan ini sudah maksimal," kata Rampangiley, saat mengunjungi Bitung.
Rampangiley mengatakan, pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap bencana yang terjadi di Bitung, sehingga dia juga turun langsung memantau ke lokasi bencana, sehingga bisa mencarikan solusi bagi masalah tersebut.
Rampangiley mengatakan, pemerintah Bitung harus melakukan pendataan dengan benar dan akurat, karena nantinya akan diperlukan untuk solusi pemulihan dan mitigasi di masa yang akan datang.
"Dengan data yang akurat bisa, mempercepat penyelesaian masalah pascabencana longsor dan banjir akibat hujan deras yang terjadi," katanya.
Dia mengatakan, bencana tersebut memang berdampak sangat kompleks kepada para korban, sebab bukan hanya menimbulkan korban jiwa tetapi terhadap kehidupan sosial masyarakat diantaranya kegiatan belajar mengajar, pelayanan kesehatan dan pelayanan ibadah terganggu.
Sementara itu, Wali Kota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban bersama Wakil Wali Kota, Maurits Mantiri, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian pemerintah pusat.
"Pusat sangat memperhatikan kami, terima kasih untuk semua bantuan dan perhatian, mulai dari Menko PMK Puan Maharani yang datang langsung bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan sekarang Kepala BNPB tentu saja ini hal yang sangat luar biasa bagi kami," katanya.
Dia juga menyampaikan mengenai lokasi yang terkena bencana yaitu empat kecamatan Maesa, Aertembaga, Lembe Utara dan Lembe Selatan dan merusak ratusan pemukiman di tempat itu, yang mengakibatkan ribuan jiwa penduduk harus mengungsi. ***4***
Nurul H
(T.KR-JHB/B/N005/N005) 15-02-2017 20:19:31
"Penanganan bencana alam di sini cepat, sehingga tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut dan ini sudah maksimal," kata Rampangiley, saat mengunjungi Bitung.
Rampangiley mengatakan, pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap bencana yang terjadi di Bitung, sehingga dia juga turun langsung memantau ke lokasi bencana, sehingga bisa mencarikan solusi bagi masalah tersebut.
Rampangiley mengatakan, pemerintah Bitung harus melakukan pendataan dengan benar dan akurat, karena nantinya akan diperlukan untuk solusi pemulihan dan mitigasi di masa yang akan datang.
"Dengan data yang akurat bisa, mempercepat penyelesaian masalah pascabencana longsor dan banjir akibat hujan deras yang terjadi," katanya.
Dia mengatakan, bencana tersebut memang berdampak sangat kompleks kepada para korban, sebab bukan hanya menimbulkan korban jiwa tetapi terhadap kehidupan sosial masyarakat diantaranya kegiatan belajar mengajar, pelayanan kesehatan dan pelayanan ibadah terganggu.
Sementara itu, Wali Kota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban bersama Wakil Wali Kota, Maurits Mantiri, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian pemerintah pusat.
"Pusat sangat memperhatikan kami, terima kasih untuk semua bantuan dan perhatian, mulai dari Menko PMK Puan Maharani yang datang langsung bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan sekarang Kepala BNPB tentu saja ini hal yang sangat luar biasa bagi kami," katanya.
Dia juga menyampaikan mengenai lokasi yang terkena bencana yaitu empat kecamatan Maesa, Aertembaga, Lembe Utara dan Lembe Selatan dan merusak ratusan pemukiman di tempat itu, yang mengakibatkan ribuan jiwa penduduk harus mengungsi. ***4***
Nurul H
(T.KR-JHB/B/N005/N005) 15-02-2017 20:19:31
Pewarta : Marlita korua
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sejumlah Gereja di Sitaro dimanfaatkan sebagai lokasi pengungsi akibat banjir
11 January 2026 9:56 WIB
Komdigi pulihkan 145 BTS dan salurkan internet satelit di wilayah bencana Sumbar
04 December 2025 7:01 WIB
Persekutuan Gereja Indonesia harap banjir Sumatera ditetapkan bencana nasional
03 December 2025 11:50 WIB
Terpopuler - Minahasa Utara
Lihat Juga
Munas Apkasi Minahasa Utara ditutup, Wamendagri: Dukung visi Indonesia Emas 2045
31 May 2025 13:52 WIB
Pemkab Minahasa Utara imbau warga waspadai dampak curah hujan tinggi
04 February 2023 19:06 WIB, 2023
Komunitas Likupang Raya gelar penghijauan mangrove peringati Hari Pohon Sedunia
21 November 2022 22:17 WIB, 2022