Manado (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengajak masyarakat menggunakan LPG 3 kg secara bijak dan efisien untuk menjaga ketahanan energi serta memastikan distribusi tetap merata dan tepat sasaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, melalui keterangan tertulis di Manado, Rabu, mengatakan efisiensi penggunaan LPG bersubsidi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut dia, penggunaan LPG yang tepat tidak hanya membantu menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan energi bagi seluruh masyarakat.
“Penggunaan LPG secara bijak menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan energi agar tetap merata. Langkah-langkah sederhana di rumah tangga dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi konsumsi,” ujar Lilik.
Ia menyampaikan beberapa tips bijak menggunakan LPG subsidi yang dapat diterapkan masyarakat untuk menghemat penggunaannya, yakni rajin membersihkan kompor secara rutin agar pembakaran lebih sempurna dan tidak boros gas.
Mengatur besar kecilnya api sesuai kebutuhan memasak, menutup panci saat memasak untuk mempercepat proses pematangan, menggunakan regulator berstandar SNI guna menjaga keamanan dan mencegah kebocoran, serta memilih peralatan masak berbahan stainless steel yang mampu menghantarkan panas secara merata.
Selain itu, Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan LPG sesuai peruntukannya serta melakukan pembelian di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan dan kualitas produk yang terjamin.
“Kesadaran bersama dalam menggunakan energi secara efisien akan membantu menjaga stabilitas distribusi. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembelian berlebih agar pasokan dapat tersalurkan secara merata,” tambah Lilik.
Pertamina terus memperkuat pengawasan distribusi LPG bersubsidi melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum guna memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.
"Apabila masyarakat menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran di lapangan segera melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan," tambah dia.