Manado, Sulut (ANTARA) - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara, Joko Supratikto mengharapkan Pemkab Kepulauan Sangihe, Sulut, mengoptimalkan realisasi penerimaan daerah melalui kanal digital.
"Untuk mengoptimalkan nilai dari aspek realisasi pada Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD), Sangihe perlu mengoptimalkan realisasi penerimaan di setiap kanal pembayaran terutama kanal digital," kata Joko.
Joko mengatakan perlu menjadi perhatian adalah pendapatan pajak daerah di Sangihe diterima dari kanal pembayaran digital, yaitu internet atau mobile banking sebesar 41,62 persen.
Di sisi lain, penerimaan retribusi daerah paling besar diterima dari kanal pembayaran konvensional yaitu teller atau loket bank sebesar 94,47 persen.
Dia menjelaskan hasil survei Indeks ETPD Semester I 2025, TP2DD Kabupaten Kepulauan Sangihe berhasil mempertahankan Kategori Digital dengan skor IETPD yang meningkat sebesar 2,3 persen menjadi 93,4 persen dibandingkan semester sebelumnya.
Adapun hasil penilaian IETPD pada spesifikasi implementasi memperoleh total skor sebesar 97,0 persen. Hal ini disebabkan masih terdapat satu kanal nondigital yang belum diimplementasikan, yaitu uang elektronik reader.
Aspek realisasi memperoleh total skor sebesar 55,0 persen, lebih tinggi dibandingkan periode semester II 2024 yang memiliki skor 32,5 persen.
Sedangkan, aspek lingkungan strategis telah memperoleh skor sempurna yaitu 100 persen.
Namub, implementasi ETPD di Kabupaten Kepulauan Sangihe terpantau belum berdampak secara signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD).
Berdasarkan data dari Dirjen Perimbangan Keuangan (DJPK), realisasi PAD Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 2025 mengalami penurunan sebesar 47,03 persen (yoy).
Penurunan PAD tersebut didorong oleh penurunan seluruh komponen penerimaan PAD, kecuali pajak daerah yang mengalami peningkatan.