Petani Kesulitan Mendapatkan Buruh Tanam Padi
Jumat, 11 Maret 2016 11:54 WIB
Buruh tanam padi di Provinsi Sulut semakin berkurang dan hampir tidak ada regenerasi. (1)
Manado, 11/3 (Antara) - Petani sawah di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kesulitan mendapatkan buruh tanam padi padahal masa tanam sudah tiba.
"Tahun ini kami sangat kesulitan mendapatkan butuh tanam padi, padahal bibit yang disemai siap untuk ditanam," kata Welly T (50) Petani sawah asal Tondano, Jumat.
Dia mengatakan untuk mendapatkan buruh tanam padi harus mencari sampai di beberapa kampung dan membutuhkan waktu cukup lama.
Terbatasnya buruh tanam membuat sejumlah petani di Minahasa belum melakukan penanaman padi. Akibatnya mereka membiarkan sawah miliknya begitu saja sambil menunggu adanya tenaga.
Rudy (45) Petani asal Minahasa juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan dari membeli pupuk hingga pesan bibit padi. Namun sampai sekarang sawah miliknya seluas 2 ribu meter persegi belum juga ditanami padi.
Bahkan untuk pengolahan tanah terpaksa dilakukan sendiri sejak beberapa hari terakhir. Diakuinya untuk musim tanam padi saat ini sangat sulit dibanding sebelumnya. Di wilayahnya masalah yang dihadapi petani hampir sama yakni terbatasnya jumlah buruh tanam. Mereka biasanya ada saat dibutuhkan, namun sekarang kalaupun ada orangnya sangat berkurang.
"Buruh tanam padi setiap tahun orangnya ya selalu sama itu-itu saja dan mayoritas sudah tua, jadi mereka jumlahnya terus berkurang karena faktor usia atau meninggal dunia," ujarnya.
Diakuinya terbatasnya jumlah buruh tanam ini menyebabkan produksi padi menjadi terlambat. Karena itu waktu panen yang sudah diperkirakan juga akan ikut terpengaruh mundur dari rencana semula.
"Anak muda atau regenerasi untuk menjadi petani atau buruh tani sangat kurang, padahal daerah ini butuh banyak tenaga, kalau harus digarap satu orang jelas sulit," lanjutnya.
Pihaknya berharap pemerintah akan mengambil langkah cepat sehingga produksi padi di Sulut tetap tinggi, dan permasalahan-permasalahan di sektor pertanian akan teratasi dengan baik.***3***Budi Suyanto
(T.KR-NCY/B/B008/B008) 11-03-2016 11:31:33
"Tahun ini kami sangat kesulitan mendapatkan butuh tanam padi, padahal bibit yang disemai siap untuk ditanam," kata Welly T (50) Petani sawah asal Tondano, Jumat.
Dia mengatakan untuk mendapatkan buruh tanam padi harus mencari sampai di beberapa kampung dan membutuhkan waktu cukup lama.
Terbatasnya buruh tanam membuat sejumlah petani di Minahasa belum melakukan penanaman padi. Akibatnya mereka membiarkan sawah miliknya begitu saja sambil menunggu adanya tenaga.
Rudy (45) Petani asal Minahasa juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan dari membeli pupuk hingga pesan bibit padi. Namun sampai sekarang sawah miliknya seluas 2 ribu meter persegi belum juga ditanami padi.
Bahkan untuk pengolahan tanah terpaksa dilakukan sendiri sejak beberapa hari terakhir. Diakuinya untuk musim tanam padi saat ini sangat sulit dibanding sebelumnya. Di wilayahnya masalah yang dihadapi petani hampir sama yakni terbatasnya jumlah buruh tanam. Mereka biasanya ada saat dibutuhkan, namun sekarang kalaupun ada orangnya sangat berkurang.
"Buruh tanam padi setiap tahun orangnya ya selalu sama itu-itu saja dan mayoritas sudah tua, jadi mereka jumlahnya terus berkurang karena faktor usia atau meninggal dunia," ujarnya.
Diakuinya terbatasnya jumlah buruh tanam ini menyebabkan produksi padi menjadi terlambat. Karena itu waktu panen yang sudah diperkirakan juga akan ikut terpengaruh mundur dari rencana semula.
"Anak muda atau regenerasi untuk menjadi petani atau buruh tani sangat kurang, padahal daerah ini butuh banyak tenaga, kalau harus digarap satu orang jelas sulit," lanjutnya.
Pihaknya berharap pemerintah akan mengambil langkah cepat sehingga produksi padi di Sulut tetap tinggi, dan permasalahan-permasalahan di sektor pertanian akan teratasi dengan baik.***3***Budi Suyanto
(T.KR-NCY/B/B008/B008) 11-03-2016 11:31:33
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jabar mengatakan kesejahteraan buruh dan industri harus adil
17 November 2021 14:53 WIB, 2021
Wakil Ketua MPR: mengatakan Revisi UU Kejaksaan akan sisipkan keadilan restoratif
04 November 2021 13:30 WIB, 2021
Gubernur Kepri:mengatakan Orang mengira Tanjung Pinang adalah Pangkal Pinang
04 November 2021 13:09 WIB, 2021
Wapres:mengatakan Penanganan COVID-19 di Indonesia masuk kategori terbaik
02 November 2021 13:34 WIB, 2021
Akademisi:mengatakan Penerapan keadilan restoratif mendesak untuk dilakukan
01 November 2021 13:09 WIB, 2021
Adik Gus Dur: mengatakan Deklarasi Bakti Nuswantara untuk kawal Pancasila
29 October 2021 14:34 WIB, 2021
Weliansyah : mengatakan Hasil buruk Semen Padang FC tanggungjawab saya
29 October 2021 12:42 WIB, 2021
Wapres: Mengatakan Kemiskinan tidak selesai hanya dengan memberikan bansos
22 October 2021 15:38 WIB, 2021
Anggota Komisi I:mengatakan "Data profiling" perlu diatur dalam RUU PDP
19 October 2021 13:16 WIB, 2021
TNI perbatasan: mengatakan Kerajinan tangan menenun warisan budaya bangsa
18 October 2021 8:52 WIB, 2021
Kepala Komite 1 DPD RI: mengatakan Kendala hukum surat ijo harus segera diatasi
13 October 2021 14:14 WIB, 2021