Carter: Pentagon akan buka semua pekerjaan tempur buat perempuan
Jumat, 4 Desember 2015 10:18 WIB
Washington, 4/12 (Antara/Xinhua-OANA) - Kepala Pertahanan AS Ashton Baldwin Carter pada Kamis (3/12) mengatakan militer AS akan membuka semua pekerjaan tempur buat perempuan.
"Saya mengumumkan keputusan saya untuk tidak membuat pengecualian yang berlanjut, yaitu, melanjutkan pembukaan semua posisi dan jabatan yang tersisa buat perempuan. Takkan ada pengecualian," kata Carter dalam satu taklimat di Washington.
Pengumuman tersebut dikeluarkan setelah beberapa tahun penelitian, dan pengumuman itu akan menghapuskan pembatasan mengenai cara dan tempat perempuan dapat terlibat dalam operasi militer AS.
"Mereka (perempuan) akan diizinkan mengemudikan tank, menembakkan mortir, dan memimpin tentara infantri dalam pertempuran," kata Carter, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. "Mereka akan dapat bertugas sebagai Army Rangers dan Green Berets, Navy SEALS, Marine Corps Infantry, penerjun para Air Force dan semua yang lain yang sebelum hanya dibuka buat lelaki."
Pengumumannya adalah penolakan tegas terhadap pernyataan sebelumnya dari Kepala Staf Gabungan Joseph Dunford, yang menyatakan US Marines mesti diperkenankan mencegah perempuan bergabung dalam pekerjaan tempur tertentu di garis depan, dengan mengutip studi yang memperlihatkan satuan gender campuran akan kurang mampu dibandingkan dengan satuan yang semua anggotanya lelaki.
Carter mengatakan meskipun Marine Corps telah meminta sebagian pengecualian di beberapa bidang seperti infantri, penembak senapan mesin, pengawasan pendukung tembakan dan lain-lain, "kami adalah pasukan gabungan, dan saya telah memutuskan untuk membuat keputusan yang berlaku buat seluruh pasukan".
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Amerika Serikat sebut tentara Korea Utara sudah di dekat perbatasan Ukraina
30 October 2024 12:35 WIB, 2024
Pentagon sebut Amerika Serikat tidak terlibat dalam ledakan di Lebanon
18 September 2024 10:43 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Prabowo minta pengelolaan minerba dikelola optimal tingkatkan pendapatan Negara
29 January 2026 5:14 WIB
Jalani sidang "debottlenecking", Menkeu pastikan aduan pengusaha ditangani serius
27 January 2026 8:01 WIB