Disperindag Sulut jemput bola perkuat akses pasar PLKA
Rabu, 13 November 2024 12:12 WIB
Foto bersama penjual dan pembeli dalam PLKA ke-3 tahun 2024, diKotamobagu, Rabu (13/11/2024). ANTARA/HO-Kemenag.
Manado (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Utara melakukan jemput bola guna memperkuat akses pasar dalam ajang pasar lelang komoditi agro (PLKA), di Kota Kotamobagu.
"Kegiatan PLKA tidak hanya dilakukan di Kota Manado saja, namun kami langsung ke daerah sentra, melakukan jemput bola, sehingga penjual dan pembeli bisa memanfaatkan ajang ini," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri (Dagri) Disperindag Sulut Leyla Karamoy, di Manado, Rabu.
Dia mengatakan pihaknya sangat berharap petani, nelayan, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa memanfaatkan ajang PLKA ini.
"Kami berupaya membuat kegiatan PLKA hingga kabupaten dan kota, agar semua bisa terakomodir," katanya.
Harus diakui kegiatan PLKA ke-3 tahun 2024 di Kotamobagu hanya mampu menciptakan nilai transaksi sebesar Rp38,75 juta, namun partisipasi para petani dan pelaku UMKM sangat diapresiasi.
Dalam PLKA ini, yang ditransaksikan yakni gula aren semut, kentang dan kopi. "Kami berharap pada kegiatan selanjutnya akan semakin banyak petani dan pelaku usaha yang ikut serta," katanya.
Dalam PLKA ini, pemerintah akan mempertemukan secara langsung antara penjual dan pembeli, sehingga bisa bernegosiasi secara langsung, dan keuntungan pasti lebih besar, dibandingkan melalui perantara.
"Kegiatan PLKA tidak hanya dilakukan di Kota Manado saja, namun kami langsung ke daerah sentra, melakukan jemput bola, sehingga penjual dan pembeli bisa memanfaatkan ajang ini," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri (Dagri) Disperindag Sulut Leyla Karamoy, di Manado, Rabu.
Dia mengatakan pihaknya sangat berharap petani, nelayan, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa memanfaatkan ajang PLKA ini.
"Kami berupaya membuat kegiatan PLKA hingga kabupaten dan kota, agar semua bisa terakomodir," katanya.
Harus diakui kegiatan PLKA ke-3 tahun 2024 di Kotamobagu hanya mampu menciptakan nilai transaksi sebesar Rp38,75 juta, namun partisipasi para petani dan pelaku UMKM sangat diapresiasi.
Dalam PLKA ini, yang ditransaksikan yakni gula aren semut, kentang dan kopi. "Kami berharap pada kegiatan selanjutnya akan semakin banyak petani dan pelaku usaha yang ikut serta," katanya.
Dalam PLKA ini, pemerintah akan mempertemukan secara langsung antara penjual dan pembeli, sehingga bisa bernegosiasi secara langsung, dan keuntungan pasti lebih besar, dibandingkan melalui perantara.
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sulut edukasi sopir bus keselamatan berlalulintas saat "Operasi Samrat 2026"
03 February 2026 7:27 WIB
Dihadiri Wagub Sulut, Bupati Sangihe: Tulude momentum pererat persaudaraan
31 January 2026 19:38 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Pertamina percepat pemulihan distribusi BBM dan LPG di Luwu Utara dan Timur
04 February 2026 20:16 WIB