Badan Geologi minta waspada banjir material vulkanik Gunung Karangetang
Kamis, 11 Juli 2024 9:46 WIB
Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang
Manado (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap warga mewaspadai banjir material vulkanik Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara saat hujan deras.
"Saat ini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara termasuk di Kabupaten Kepulauan Sitaro," kata Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, Badan Geologi, Juliana DJ Rumambi di Manado, Kamis.
Pascaerupsi pada beberapa waktu lalu, kata dia, material hasil erupsi Gunung Karangetang masih berada di puncak kawah serta lereng gunung.
Kondisinya sangat labil karena berada di kemiringan tertentu sehingga sewaktu-waktu bisa runtuh dan meluncur deras ke daerah lereng hingga kali atau sungai.
Kondisi material vulkanik juga semakin rentan runtuh manakala terjadi hujan dengan intensitas lebat di puncak kawah.
"Ini yang harus diwaspadai bersama warga yang tinggal di lereng gunung atau di bantaran sungai yang berhulu dari puncak kawah. Banjir material vulkanik bisa terjadi saat hujan deras," ujarnya.
Dia mencontohkan, pada banjir material vulkanik yang terjadi pada 17 Juni 2024 lalu yang menutupi akses jalan utama di kepulauan tersebut.
Saat banjir material vulkanik tersebut, akses jalan antara Kelurahan Ulu dan Kelurahan Ondong tertutup material batu dan pasir.
"Kami masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca ekstrem saat ini, tetap waspada," ujarnya.
Dia juga berharap warga mematuhi radius bahaya Gunung Karangetang yang saat ini berstatus level II (waspada).
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah kabupaten dan kota Sulut termasuk Kabupaten Kepulauan Sitaro hingga 12 Juli 2024, esok.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi: Waspadai banjir material vulkanik Gunung Karangetang
"Saat ini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara termasuk di Kabupaten Kepulauan Sitaro," kata Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, Badan Geologi, Juliana DJ Rumambi di Manado, Kamis.
Pascaerupsi pada beberapa waktu lalu, kata dia, material hasil erupsi Gunung Karangetang masih berada di puncak kawah serta lereng gunung.
Kondisinya sangat labil karena berada di kemiringan tertentu sehingga sewaktu-waktu bisa runtuh dan meluncur deras ke daerah lereng hingga kali atau sungai.
Kondisi material vulkanik juga semakin rentan runtuh manakala terjadi hujan dengan intensitas lebat di puncak kawah.
"Ini yang harus diwaspadai bersama warga yang tinggal di lereng gunung atau di bantaran sungai yang berhulu dari puncak kawah. Banjir material vulkanik bisa terjadi saat hujan deras," ujarnya.
Dia mencontohkan, pada banjir material vulkanik yang terjadi pada 17 Juni 2024 lalu yang menutupi akses jalan utama di kepulauan tersebut.
Saat banjir material vulkanik tersebut, akses jalan antara Kelurahan Ulu dan Kelurahan Ondong tertutup material batu dan pasir.
"Kami masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca ekstrem saat ini, tetap waspada," ujarnya.
Dia juga berharap warga mematuhi radius bahaya Gunung Karangetang yang saat ini berstatus level II (waspada).
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah kabupaten dan kota Sulut termasuk Kabupaten Kepulauan Sitaro hingga 12 Juli 2024, esok.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi: Waspadai banjir material vulkanik Gunung Karangetang
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG: Tiga kabupaten di Sulut berpotensi hujan lebat disertai angin kencang
06 February 2026 22:33 WIB
Badan Geologi minta masyarakat dan wisatawan tidak dekati kawah Gunung Lokon
06 February 2026 5:52 WIB
Insiden siswa SD bunuh diri karena tak mampu beli buku jadi atensi Presiden
05 February 2026 5:41 WIB