Manado (ANTARA) -
Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) Sulawesi Utara melakukan gerakan penanaman pohon guna mendukung pengendalian dampak perubahan iklim.
 
"Dalam menunjang kegiatan pembangunan berkelanjutan (SDGs) bukan hanya tugas pemerintah melainkan juga kontribusi dari dunia usaha, komunitas, organisasi profesi, dan masyarakat," kata Ketua DPW Iskindo Sulut Franciscus F Manumpil di Minahasa, Sabtu.
 
Gerakan penanaman pohon ini diperlukan juga dalam rangka pengendalian terjadinya pencemaran lingkungan perairan laut yang bersumber dari bagian hulu.
 
Apabila terjadi kerusakan di bagian hulu berupa adanya lahan yang terbengkalai, penebangan pohon ilegal, pembukaan lahan sembarangan, katanya, dapat menyebabkan terjadinya aliran air yang membawa sedimen ke sungai hingga berakhir di laut.
 
"Hal ini dapat memengaruhi ekosistem laut," ujarnya.
 
Dia menyebutkan pohon yang ditanam ini merupakan pohon multi purpose tree species (MPTS) untuk menunjang Program Indonesia FOLU NET SINK 2030 dalam rangka pengurangan emisi gas rumah kaca untuk mengendalikan perubahan iklim.
 
"DPW Iskindo Sulut sebagai organisasi profesi berkolaborasi dengan DLHD (Dinas Lingkungan Hidup Daerah) Provinsi Sulut melakukan penanaman pohon di Kabupaten Minahasa," ujarnya.

Penanaman pohon, kata koordinator pelaksana kegiatan itu yang juga Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHD Provinsi Sulut, Danso Ayhuan, untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan dan pemulihan kualitas lingkungan di provinsi ujung utara Pulau Sulawesi tersebut.
 
Di tempat terpisah, Ketua Harian DPW Iskindo Sulut yang juga dosen Politeknik Negeri Manado Dannie Oroh mengatakan selain menyediakan oksigen bagi manusia, pohon juga berperan sebagai penyerap karbon dan memberikan tempat tinggal bagi berbagai makhluk hidup.

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024