Manado (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado, Sulawesi Utara mengajak semua pihak ikut berkontribusi melakukan pengawasan peredaran obat dan makanan.

"Untuk efektivitas pengawasan obat dan makanan maka BBPOM mengikutsertakan pelaku usaha, pemerintah melakukan pengawasan di hulu, sementara di hilir melibatkan masyarakat," kata Kepala BBPOM Manado, Hariani di Manado, Minggu.

Mengikutsertakan masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan penting dilakukan, walaupun masyarakat sendiri adalah sebagai konsumen.

"Peran masyarakat adalah untuk melakukan pendampingan bagi usaha mikro kecil dan menengah dalam meningkatkan daya saing produk," ujarnya.

Paling penting juga ketika masyarakat diikutsertakan dalam tahapan pengawasan adalah untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap obat dan makanan serta menciptakan konsumen yang cerdas.

"BBPOM memberdayakan para pihak juga dalam rangka ikut memutus mata rantai suplai dan demand. Suplai melibatkan produsen, pemerintah sebagai pengawas, sementara masyarakat sebagai konsumen," katanya. 

Dia mencontohkan, sejak tahun 2018 sudah mulai digaungkan terkait 'Saka POM' yang bekerja sama dengan Kwarnas Pramuka, sementara di tingkatan provinsi melakukan perjanjian kerja sama dengan Kwarda Pramuka Sulawesi Utara.

"Telah dibangun kerja sama dengan Kwarda Pramuka Sulawesi Utara untuk pengawasan obat dan makanan," katanya.

Krida pengujian, BBPOM melatih anggota pramuka untuk melakukan pengujian sederhana terutama untuk kader-kader keamanan pangan.

Selanjutnya, untuk krida pemantauan, BBPOM melekat fungsi pemeriksaan dan inspeksi, adik-adik pramuka bisa melakukan pemantauan di lapangan dan melaporkannya.

Sementara krida informasi dan komunikasi, perannya adalah mewujudkan ketahanan masyarakat terhadap obat dan makanan. 

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024