Manado (ANTARA) - Prajurit Kodam XIII/Merdeka yang tergabung dalam Tim Terpadu Bencana Alam tanggap dan segera turun ke lokasi bencana untuk mengevakuasi korban banjir di wilayah Komo Dalam, Dendengan Luar, Kecamatan Senang Kota Manado, Jumat.

Dalam mengevakuasi korban banjir, tim dilengkapi dengan perahu LCR.

Pangdam XIII/Merdeka TNI Mayjen TNI Denny Tuejeh mengatakan dirinya menginstruksikan kepada seluruh prajurit dan PNS jajaran Kodam XIII/Merdeka untuk selalu waspada mengingat Sulut merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi bencana dengan resiko menengah hingga tinggi.

Sehingga kemungkinan terjadinya bencana alam akibat cuaca ekstrim cukup besar.

“Untuk itu perlu dilakukan upaya kesiapsiagaan potensi bencana untuk menghadapi cuaca ekstrem seperti musim hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

Kodam XIII/Merdeka telah menyiagakan personel tanggap bencana sebagai langkah antisipatif menghadapi kondisi darurat. dalam rangka membantu upaya penanggulangan bencana alam

Fasilitas pendukung dalam rangka darurat bencana juga telah disiapkan antara lain peralatan dapur umum, posyandu, posko, penampungan sementara dan fasilitas pendukung lainnya yang tersebar di seluruh satuan Kodam XIII/Merdeka, terutama yang berlokasi di wilayah kota Manado dan sekitarnya,” katanya.

Sementara dalam evakuasi, prioritas penyelamatan utama adalah lansia dan bayi.

Salah satunya adalah Oma Hamida Djama yang sudah berusia 73 tahun, Reyhan Modanggu, bayi berusia 27 hari serta Arshaka Abian Usman yang berusia 1 bulan.

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat pagi menyebabkan banjir hingga longsor di berbagai tempat di Kota Manado.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prajurit TNI Kodam XIII/Merdeka evakuasi korban banjir di Manado

Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024