Satu DPO MIT Poso tewas ditembak Satgas Madago Raya
Kamis, 28 April 2022 5:36 WIB
Satgas Madago Raya melakukan evakuasi satu terduga teroris Poso kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas tertembak di Dusun Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Rabu 27/04. ANTARA/ (Humas Satgas Madago Raya)
Parigi Moutong (ANTARA) - Satu terduga Teroris Poso Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas ditembak Satgas Madago Raya, di Dusun Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Rabu.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya melakukan tindakan tegas terukur kepada salah satu terduga teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Betul Satgas Madago Raya mengamankan salah satu DPO MIT. Dalam peristiwa itu, Satgas Madago Raya melakukan tindakan tegas terukur terhadap DPO Askar alias Jaid alias Pak Guru." kata Dedi kepada awak media dalam konferensi pers resmi di Jakarta, Rabu.
Dedi menjelaskan sebelum melakukan tindakan tegas terukur terhadap DPO tersebut, personel Satgas Madago Raya telah meminta kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan diri.
Namun, kata Dedi, DPO MIT itu tidak menghiraukan imbauan Satgas Madago Raya melainkan melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan petugas.
"DPO teroris tersebut melakukan tindakan melemparkan 'body vest' berwarna loreng ke anggota pos sekat yang diduga BOM. Akhirnya, anggota melakukan tindakan tegas kepolisian terhadap DPO teroris sehingga DPO itu meninggal dunia," ujar Dedi.
Diketahui, Satgas Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap dua sisa anggota Kelompok Mujahidin Indonesia Timur tersebut.
Keduanya adalah, Nae alias Galuh alias Mukhlas, dan Suhardin alias Hasan Pranata.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya melakukan tindakan tegas terukur kepada salah satu terduga teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Betul Satgas Madago Raya mengamankan salah satu DPO MIT. Dalam peristiwa itu, Satgas Madago Raya melakukan tindakan tegas terukur terhadap DPO Askar alias Jaid alias Pak Guru." kata Dedi kepada awak media dalam konferensi pers resmi di Jakarta, Rabu.
Dedi menjelaskan sebelum melakukan tindakan tegas terukur terhadap DPO tersebut, personel Satgas Madago Raya telah meminta kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan diri.
Namun, kata Dedi, DPO MIT itu tidak menghiraukan imbauan Satgas Madago Raya melainkan melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan petugas.
"DPO teroris tersebut melakukan tindakan melemparkan 'body vest' berwarna loreng ke anggota pos sekat yang diduga BOM. Akhirnya, anggota melakukan tindakan tegas kepolisian terhadap DPO teroris sehingga DPO itu meninggal dunia," ujar Dedi.
Diketahui, Satgas Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap dua sisa anggota Kelompok Mujahidin Indonesia Timur tersebut.
Keduanya adalah, Nae alias Galuh alias Mukhlas, dan Suhardin alias Hasan Pranata.
Pewarta : Kristina Natalia
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satgas Madago Raya menggelar razia persempit gerak simpatisan DPO Poso
24 November 2021 10:32 WIB, 2021
Terpopuler - Politik dan Hukum
Lihat Juga
Pengacara minta kliennya terdakwa perintangan hukum di Setwan Bitung dibebaskan
30 January 2026 14:45 WIB
Agenda mediasi di PN Manado, Pdt Ricky Tafuama tetap minta Rp5,2 M dikembalikan
30 January 2026 6:07 WIB