100 napi Lapas Semarang mengikuti pesantren kilat Ramadhan
Senin, 4 April 2022 15:16 WIB
Sekitar 100 napi Lapas Semarang mengikuti pesantren kilat Ramadhan 1443 H di Semarang, Senin. ANTARA/ HO-Lapas Semarang.
Semarang (ANTARA) - Sekitar 100 warga binaan pemasyarakatan yang beragama Islam di Lapas Kelas I Semarang, Jawa Tengah, mengikuti pesantren kilat selama Ramadhan tahun ini.
Kalapas Semarang Tri Saptono Sambudji saat pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan 1443 H di Masjid At Taubah di kompleks Lapas Semarang, Senin, mengatakan, kegiatan ini merupakan program pembinaan kerohanian bagi warga binaan agar bisa fokus untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan.
"Pesantren Ramadhan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan bagi para narapidana, khususnya yang beragama Islam," katanya.
Selain itu, kata dia, melalui penguatan iman dan takwa yang nantinya menjadi bekal hidup usai menyelesaikan masa hukuman.
Berbagai kegiatan dalam pesantren Ramadhan tersebut antara lain shalat berjemaah, bimbingan rohani, kajian tafsir, kajian tematik, shalat tarawih, serta tadarus Quran.
Para peserta pesantren Ramadhan akan dibimbing langsung oleh petugas lapas, termasuk pendampingan dari warga binaan yang memiliki dasar ilmu agama Islam.
Melalui pesantren kilat ini juga, ia mengharapkan para napi juga bisa belajar mengaji dalam kurun waktu dua pekan ke depan.
Dalam kesempatan itu, Tri juga menyerahkan seperangkat alat shalat bagi para napi peserta pesantren Ramadhan.
Kalapas Semarang Tri Saptono Sambudji saat pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan 1443 H di Masjid At Taubah di kompleks Lapas Semarang, Senin, mengatakan, kegiatan ini merupakan program pembinaan kerohanian bagi warga binaan agar bisa fokus untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan.
"Pesantren Ramadhan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan bagi para narapidana, khususnya yang beragama Islam," katanya.
Selain itu, kata dia, melalui penguatan iman dan takwa yang nantinya menjadi bekal hidup usai menyelesaikan masa hukuman.
Berbagai kegiatan dalam pesantren Ramadhan tersebut antara lain shalat berjemaah, bimbingan rohani, kajian tafsir, kajian tematik, shalat tarawih, serta tadarus Quran.
Para peserta pesantren Ramadhan akan dibimbing langsung oleh petugas lapas, termasuk pendampingan dari warga binaan yang memiliki dasar ilmu agama Islam.
Melalui pesantren kilat ini juga, ia mengharapkan para napi juga bisa belajar mengaji dalam kurun waktu dua pekan ke depan.
Dalam kesempatan itu, Tri juga menyerahkan seperangkat alat shalat bagi para napi peserta pesantren Ramadhan.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Japfa Ramadhan Cup 2022 jadi ajang pemanasan timnas catur jelang SEA Games
28 April 2022 10:44 WIB, 2022
BMKG prakirakan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang landa sebagian Indonesia
19 October 2021 8:28 WIB, 2021
Waspadai gadai BPKB ilegal, jangan terkecoh layanan kilat namun membahayakan
04 December 2015 22:17 WIB, 2015