Manado (ANTARA) -
Sebanyak empat kelompok tani di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sampai sekarang masih menunggu penyaluran anggaran dari pemerintah provinsi untuk mengerjakan rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang rusak di daerah ini.
 
"Sekarang sedang proses di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Kalau pekerjaan persiapan sudah mulai," kata Kasi Produksi, Pembiayaan Alat, dan Mesin Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Dodi Hardiansyah dalam keterangannya di Mukomuko, Senin.

Mukomuko tahun 2021 mendapat tambahan dana dari tugas perbantuan (TP) provinsi untuk melaksanakan kegiatan rehabilitasi sebanyak empat titik jaringan irigasi tersier yang mengalami rusak parah dan sedang senilai Rp400 juta.

Program rehabilitasi empat jaringan irigasi tersier yang rusak tersebut tersebar di dua wilayah di daerah ini, yakni dua lokasi di Kecamatan Selagan Raya dan dua lokasi di Kecamatan Lubuk Pinang.

Ia mengatakan, empat kelompok tani ini telah menandatangani kontrak kerja dan menerima surat perintah kerja dan mengajukan penyaluran anggaran rehabilitasi jaringan irigasi tersier ke pemerintah provinsi setempat.
 
Penyaluran dana program rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang rusak dari pemerintah provinsi ke rekening milik empat kelompok tani yang mendapatkan program pada November 2021.
 
Ia memastikan, pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang rusak di empat lokasi di sejumlah wilayah ini selesai tepat waktu dalam tahun ini.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya mengalihkan anggaran program rehabilitasi empat jaringan irigasi tersier yang tidak terserap di Kabupaten Kepahiang ke Kabupaten Mukomuko.
 
 
Petugas Dinas Pertanian telah melakukan survei lokasi untuk pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan empat lokasi tersebut memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kegiatan ini.

Empat kelompok tani yang menerima program rehabilitasi jaringan irigasi rusak di wilayah ini telah memenuhi kriteria dan persyaratan mendapatkan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier ini.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pewarta : Ferri Aryanto
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024