Gubernur Anies: Pengunjung di tempat usaha yang langgar PPKM masuk daftar hitam
Rabu, 8 September 2021 21:06 WIB
Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta menempelkan spanduk pembekuan sementara izin beraktivitas Holywings Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (6/9/2021). (ANTARA/Sihol Hasugian)
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengunjung tempat usaha yang melanggar aturan PPKM bisa masuk daftar hitam (blacklist) karena dinilai ikut berkontribusi tidak menaati protokol kesehatan.
"Kalau Anda berada di tempat yang sudah melakukan pelanggaran, sebelum ke luar Anda di-scan lalu masuk dalam 'blacklist', orangnya tidak bisa pergi ke mana-mana nanti, karena ke manapun Anda pergi Anda akan ditolak," kata Anies Baswedan di Jakarta, Rabu.
Saat ini teknologi untuk melakukan pengawasan tersebut sedang disiapkan. Dengan begitu, para pelanggar tidak bisa bebas pergi dan akhirnya berada di rumah.
"Kalau Anda melihat suatu tempat itu melanggar, Anda keluar saja, daripada nanti ikut kena sanksi. Sanksinya apa? Di rumah saja, belajar disiplin, jangan pergi-pergi," katanya.
Anies belum memberikan detail rencana tersebut diterapkan, namun akan dilakukan dalam waktu tertentu.
"Sama seperti Anda masuk mal, kalau masuk mal begitu di-scan, kalau positif (COVID) tidak bisa masuk. Nanti bukan positif (karena) tes, tapi positif sudah melanggar, berada di tempat yang di situ melakukan pelanggar," katanya.
Inisiatif Anies memasukkan pengunjung ke dalam daftar hitam, muncul setelah adanya pelanggaran yang dilakukan Holywings Kemang, Jakarta Selatan, ketika PPKM Level 3 di Ibu Kota.
Pemprov DKI Jakarta akhirnya membekukan sementara operasional Holywings Kemang.
Pengelola juga membayar denda sebesar Rp50 juta setelah tiga kali melakukan pelanggaran selama PPKM di Jakarta.
"Kalau Anda berada di tempat yang sudah melakukan pelanggaran, sebelum ke luar Anda di-scan lalu masuk dalam 'blacklist', orangnya tidak bisa pergi ke mana-mana nanti, karena ke manapun Anda pergi Anda akan ditolak," kata Anies Baswedan di Jakarta, Rabu.
Saat ini teknologi untuk melakukan pengawasan tersebut sedang disiapkan. Dengan begitu, para pelanggar tidak bisa bebas pergi dan akhirnya berada di rumah.
"Kalau Anda melihat suatu tempat itu melanggar, Anda keluar saja, daripada nanti ikut kena sanksi. Sanksinya apa? Di rumah saja, belajar disiplin, jangan pergi-pergi," katanya.
Anies belum memberikan detail rencana tersebut diterapkan, namun akan dilakukan dalam waktu tertentu.
"Sama seperti Anda masuk mal, kalau masuk mal begitu di-scan, kalau positif (COVID) tidak bisa masuk. Nanti bukan positif (karena) tes, tapi positif sudah melanggar, berada di tempat yang di situ melakukan pelanggar," katanya.
Inisiatif Anies memasukkan pengunjung ke dalam daftar hitam, muncul setelah adanya pelanggaran yang dilakukan Holywings Kemang, Jakarta Selatan, ketika PPKM Level 3 di Ibu Kota.
Pemprov DKI Jakarta akhirnya membekukan sementara operasional Holywings Kemang.
Pengelola juga membayar denda sebesar Rp50 juta setelah tiga kali melakukan pelanggaran selama PPKM di Jakarta.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus pembubaran diskusi di Kemang, polisi telag tetapkan 9 tersangka
07 October 2024 18:18 WIB, 2024
Direktur Amnesty minta Polri usut tuntas pembubaran diskusi kebangsaan di Kemang
30 September 2024 13:05 WIB, 2024
Kemenag Sulut sebut PLHUT permudah pelayanan haji dan umrah di Bolmong
21 November 2023 17:47 WIB, 2023
Polda Metro: menetapkan Manajer Holywings Kemang jadi tersangka terkait PPKM
17 September 2021 15:36 WIB, 2021