PDIP-Golkar Enggan Jadi Oposisi Pemerintahan SHS
Selasa, 21 September 2010 16:13 WIB
Manado, (Antara News) - Dua fraksi besar di DPRD Sulawesi Utara (Sulut), PDIP-Golkar enggan untuk menjadi oposisi terhadap pemerintahan baru SH Sarundajang-Djauhari Kansil (SHS-DK), yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada 2010 lalu.
"PDIP tetap akan tampil kritis terhadap jalannya pemerintahan yang baru, namun tidak ingin beroposisi atau berseberangan dengan program-programnya," kata anggota Fraksi PDIP Sulut, Steven Kandouw, di Manado, Selasa.
Menurutnya, jika ada program-program pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat, tentunya akan kami kritisi, namun ketika program itu sangat baik kita akan dorong.
PDIP tidak akan melakukan "balas dendam" kepada Gubernur Sulut SH Sarundajang, hanya karena pada periode 2005-2010 lalu diusung PDIP sebagai kepala daerah Sulut dan harus pindah ke Partai Demokrat pada Pilkada 2010-2015.
"Sikap oposisi hanya berlaku di pusat, kami di daerah sebaiknya saling menopang dan mendukung program-program pemerintahan," katanya.
Sementara itu, anggota Fraksi Partai Golkar Sherpa Manembu mengatakan, prihaknya tetap akan memberikan kritikan proporsional ketika ada program pemerintahan tidak sejalan dengan kondisi masyarakat.
"Kita akan tampil elegan dan proporsional ketika ada hal-hal merugikan kepentingan umum, tapi tidak perlu oposisi karena bukan langkah untuk menyelesaikan solusi," katanya.
Pasangan Sarundajang-Kansil sendiri telah dilantik oleh Mendagri Gamawan Fauzi atas nama Presiden pada 20 September 2010 lalu, dan saling berharap bisa menciptakan hubungan baik antar semua stakholder termasuk jajaran lembaga wakil rakyat. (*)
"PDIP tetap akan tampil kritis terhadap jalannya pemerintahan yang baru, namun tidak ingin beroposisi atau berseberangan dengan program-programnya," kata anggota Fraksi PDIP Sulut, Steven Kandouw, di Manado, Selasa.
Menurutnya, jika ada program-program pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat, tentunya akan kami kritisi, namun ketika program itu sangat baik kita akan dorong.
PDIP tidak akan melakukan "balas dendam" kepada Gubernur Sulut SH Sarundajang, hanya karena pada periode 2005-2010 lalu diusung PDIP sebagai kepala daerah Sulut dan harus pindah ke Partai Demokrat pada Pilkada 2010-2015.
"Sikap oposisi hanya berlaku di pusat, kami di daerah sebaiknya saling menopang dan mendukung program-program pemerintahan," katanya.
Sementara itu, anggota Fraksi Partai Golkar Sherpa Manembu mengatakan, prihaknya tetap akan memberikan kritikan proporsional ketika ada program pemerintahan tidak sejalan dengan kondisi masyarakat.
"Kita akan tampil elegan dan proporsional ketika ada hal-hal merugikan kepentingan umum, tapi tidak perlu oposisi karena bukan langkah untuk menyelesaikan solusi," katanya.
Pasangan Sarundajang-Kansil sendiri telah dilantik oleh Mendagri Gamawan Fauzi atas nama Presiden pada 20 September 2010 lalu, dan saling berharap bisa menciptakan hubungan baik antar semua stakholder termasuk jajaran lembaga wakil rakyat. (*)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ganjar resmi deklarasikan diri jadi oposisi bagi Prabowo-Gibran untuk jaga keseimbangan
07 May 2024 5:56 WIB, 2024
Rakernas 26 Mei jadi pembahasan PDIP apakah koalisi kubu Prabowo atau oposisi
27 April 2024 19:42 WIB, 2024
Soal PDIP akan oposisi, Presiden Jokowi minta wartawan tanyakan ke PDIP
19 February 2024 11:28 WIB, 2024
Hong Kong menggelar pemungutan suara untuk 1.500 anggota Komite Pemilu
19 September 2021 13:07 WIB, 2021
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022