Manado, (Antara News) - Ratusan warga Minahasa Selatan (Minsel) dan Manado, Sulawesi Utara (Sulut), memadati objek wisata "Bukit Doa" Pinaling, disaat libur Paskah, Sabtu.

Objek wisata yang terletak di Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel itu atau 65 kilometer dari Kota Manado, dinilai memiliki makna religius yang menarik.

Liburan warga ke Bukit Doa itu, turut mengilhami perayaan kematian Kristus di kayu salib, karena memang lokasi wisata menggambarkan prosesi jalan salib.

"Memang liburan keagamaan Kristen paling tepat mengunjungi Bukit Doa Pinaling, sekaligus beribadah tamasya disini," kata Brur Jantje, salah satu warga Minsel.

Lokasi wisata yang turut dipugar oleh pemerintah Kabupaten Minsel itu, menjadikan sebuah tempat ziarah baru di di Sulut yang memiliki 14 perhentian Jalan Salib dan perhentian ke-15 Kebangkitan Kristus.

"Lokasi itu memang dibuat khusus untuk memaknai jalan salib (via dolorosa) seperti yang terjadi di Yerusalem," kata salah satu pelayan gereja itu.

Liburan Paskah itu, sejumlah warga langsung berbaur dilokasi wisata itu, ada yang memanfaatkan untuk beribadah bagi umat Kristiani, juga dilanjutkan dengan berjalan-jalan menyusuri beberapa tempat yang dianggap unik dan terbaik.

Bahkan ada pengunjung sangat tertarik dengan goa tempat Yesus dimakamkan namun dalam keadaan terbuka, serta patung dimana malaikat mewartakan kebangkitan Yesus melalui terompetnya.

Menurut salah satu warga Desa Pinaling, Jopie, bahwa kunjungan warga memang terus meningkat sejak Jumat Agung lalu, bahkan setiap liburan sekolah.

"Memang lokasi wisata itu sudah ditangani langsung pemerintah daerah, dan diharapkan bisa menjadi simbol kunjungan wisata di daerah selain objek wisata lainnya," katanya. (*)