Tanah Kotawaringin Timur cocok budidaya porang
Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi (kiri) mendengar penjelasan Ketua Pengurus Daerah Aspeporin Kotawaringin Timur, Boyadianto terkait potensi budidaya porang, saat kunjungan di stan Kotim Fair, Jumat (12/2/2021) sore. ANTARA/Norjani
"Masyarakat jangan ragu membudidayakan porang di daerah ini. Kami sudah mencoba menanam porang di tanah gambut, pasir dan timbunan, hasilnya semuanya bagus," kata Ketua Pengurus Daerah Asuhan Pemberdayaan Porang Indonesia (Aspeporin) Kabupaten Kotawaringin Timur, Boyadianto di Sampit, Sabtu.
Aspeporin Kotawaringin Timur memperkenalkan porang dalam 'Kotim Fair' yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu. Mereka mengajak masyarakat memanfaatkan lahan untuk menanam porang karena hasilnya sangat menguntungkan.
Tanaman porang merupakan jenis umbi-umbian yang dikenal dengan nama 'iles-iles'. Porang termasuk ke dalam spesies Amorphophallus muelleri. Tanaman porang juga dapat dimakan karena masih serumpun dengan suweg dan walur.
Porang merupakan komoditas ekspor yang di antaranya digunakan untuk bahan pembuatan kosmetik, tepung baku, lem dan lainnya. Budidaya porang tidak sulit karena hanya memerlukan pupuk kandang.
Di stan Aspeporin Kotawaringin Timur, mereka memamerkan porang hasil panen anggota mereka, salah satunya yang berbobot 9,5 kilogram dengan masa tanam dua musim. Hasil itu dinilai sangat bagus dan membuktikan bahwa tanah di Kotawaringin Timur sangat cocok untuk budidaya porang.
Boyadianto menyebutkan, saat ini sudah ada petani di Kecamatan Parenggean yang membudidayakan porang dengan luas puluhan hektare. Satu hektare lahan bisa ditanami hingga 30.000 pohon porang dengan estimasi satu pohon bisa menghasilkan sekitar Rp300.000.
Saat ini harga porang di Pulau Jawa sekitar Rp14.000 per kilogram. Boyadianto mendorong petani membudidayakan porang karena hasilnya menguntungkan. "Saya sendiri juga mulai menjadi pengepul porang," katanya.
"Kami berharap pemerintah daerah mendorong dan membantu petani membudidayakan porang karena hasilnya menguntungkan. Mungkin pemerintah daerah bisa membantu bibit gratis kepada petani," kata Boyadianto kepada Bupati Kotawaringin Timur yang berkunjung ke stan Aspeporin.
Sementara itu, Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi mengaku sangat tertarik dengan potensi budidaya porang. Dirinya meminta ini ditindaklanjuti Dinas Pertanian untuk melihat potensi budidaya porang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Tadi katanya satu pohon bisa menghasilkan Rp300.000. Kalau berhasil, dalam satu hektare saja petani bisa dapat hasil yang sangat besar. Saya minta ini menjadi perhatian Dinas Pertanian," demikian Supian Hadi.
Pewarta : Kasriadi/Norjani
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator ajak petani di daerah Kotim maksimalkan pemanfaatan pupuk alami
07 April 2022 14:26 WIB, 2022
DPRD Kotim apresiasi pelaksanaan Pasar Ramadhan fasilitasi kebangkitan UMKM
04 April 2022 13:08 WIB, 2022
Bupati: Penghargaan Keterbukaan Informasi dorong peningkatan kinerja pemerintahan
26 November 2021 8:43 WIB, 2021
DPRD Kabupaten Kotim rekomendasikan usaha galian C legal kembali beroperasi
25 November 2021 8:30 WIB, 2021
Sebagian korban banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengungsi
23 November 2021 19:57 WIB, 2021
Tenaga kontrak Pemkab Kotawaringin Timur yang dievaluasi awal tahun
19 November 2021 13:05 WIB, 2021
Pemkab Kotim optimistis mampu capai target vaksinasi COVID-19 akhir 2021
16 November 2021 14:05 WIB, 2021
Legislator Kotim meingatkan transparansi anggaran penanganan COVID-19
11 November 2021 13:54 WIB, 2021
Pemkab Kotim yang diminta tera ulang timbangan pengepul karet dan rotan
11 November 2021 12:58 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
PM Australia kunjungi Indonesia, Prabowo tawarkan Danantara jadi mitra investasi
06 February 2026 13:20 WIB