Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau disingkat Kabupaten Sitaro adalah satu kabupaten kepulauan baru hasil pemekaran pada tahun 2007 dari Kabupaten Sangihe, Propinsi Sulawesi Utara. Ibukotanya adalah Ondong Siau. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2007 tanggal 2 Januari 2007.

Pulau Siau (Kota Ondong) yang menjadi ibukota kabupaten memiliki gunung berapi Karangetang yang dapat dikategorikan aktif. Jumlah penduduk Kabupaten Sitaro mencapai 64.987 Jiwa dengan luas 275,96 kmĀ².

Wilayah kepulauan  di Kabupaten Sitaro terdiri dari tiga gugusan pulau yaitu Pulau Siau, Pulau Tagulandang, serta pulau Biaro dan masing-masing pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jumlah pulaunya sebanyak 47 pulau, terdiri dari 10 pulau berpenghuni dan 37 pulau tidak berpeghuni.

Untuk menuju ibukota Kabupaten Sitaro, Ulu Siau dapat dilakukan dengan menggunakan jasa angkutan laut jenis kapal penumpang perintis ditempuh selama 6 hingga8 jam. Jarak yang hanya 85 mil dari Manado menuju Ulu Siau itu bisa juga dicapai dalam waktu 3 jam menggunakan kapal cepat carteran. Hal tersebut cukup mempermudah setiap pelaku usaha dan wisatawan berkunjung ke ibukota Sitaro ini.

Kabupaten Sitaro saat ini dipimpin oleh Bupati, Tonny Supit SE MM didampingi wakilnya, Drs Piet Kuera.

Potensi

Meskipun sumbangsih ekspor perikanan laut dari Sitaro saat ini mencapai 6.000 ton/tahun, namun pemanfaatan sumber perikanan di daerah itu masih tergolong usaha kecil dan tradisional. Padahal potensi perikanannya bisa jauh lebih besar lagi dari capaian selama ini.

Menurut data dinas perikanan Sitaro produksi tangkapan ikan di Sitaro mencapai 30-an ribu ton pertahunnya. Sementara budidaya rumput laut, ikan kerapu dan ikan kuwe produksinya hanya berkisar 250 ton di areal 50 hektar. Luas lahan untuk budidaya perairan ini disediakan pemerintah mencapai 500 hektar.

Tanaman Pala merupakan salah satu komoditas andalan masyarakat Sitaro. Selain pemasarannya ke berbagai daerah di tanah air, permintaan pasar internasional sangat tinggi. Pembeli luar negeri umumnya amat berminat pada buah pala Sulawesi Utara, khususnya Pala Siau. Eskpor Pala Siau ke sejumlah negara di Asia dan Eropa setiap tahun mencapai 3500 ton.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sitaro, produksi pala Sitaro pada kurun tahun 2007 mencapai 1,66 juta ton, yang dihasilkan dari lahan tanaman pala 3000-an hektar. Prospek pasaran ekpor pala masih sangat terbuka lebar karena permintaan Pala Siau yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Wisata

Potensi pariwisata di Kabupaten Kepualuan Sitaro cukup menjanjikan. Potensi itu adalah Perairan Biaro dan sekelilingnya sebagai obyek diving dan snorkling. Banyak diver internasional telah mendengar informasi bahwa di seputaran Bunaken ternyata masih ada lokasi yang lebih indah nan eksotis, yakni wilayah perairan laut di sekitar Pulau Biaro yang masih perawan, bersih, bahkan terumbu karangnya lebih baik dari Bunaken.

Selain menyajikan panorama khas kepulauan, Kabupaten Sitaro memiliki pulau tak berpenghuni dengan bentangan pasir putih nan menawan, namanya pulau Mahoro. Pulau ini hanya dihuni kelelawar dan burung walet yang mendiami tebing-tebing dan goa-goa.

Keadaan tersebut justru menambah eksotisnya panorama Pulau Mahoro. Kawasan pulau ini layak untuk pengembangan kawasan wisata pantai, lokasi diving, snorkling dan fishing sport. Lokasi tersebut amat cocok untuk pembangunan cottage.

Selain Pulau Mahoro, terdapat pula tempat lain yang pas untuk obyek wisata pantai seperti pantai Tanganga yang memiliki tempat pemandian air panas di pesisir pantai bernama pemandian air panas Lehi di kecamatan Siau Barat. Obyek wisata pantai Tanganga ini menyuguhkan keunikan tersendiri bagi wisatawan.

Pesona gunung Karangetang bisa pula dinikmati dari perairan di seputaran pulau-pulau Siau sambil menikmati memancing blue marine dan tengiri yang cukup mudah ditemukan di sana.   
 
Tawaran Investasi di SITARO

   1. Penyediaan sarana transportasi ekspor komoditi Pala ke negara tujuan;
   2. Pembangunan pabrik Pala;
   3. Penyediaan kapal-kapal penampung ikan;
   4. Pembangunan pabrik ikan, pengalengan ikan dan pabrik es;
   5. Budidaya terumbu karang dan rumput laut;
   6. Pembangunan kawasan wisata pantai, diving-snorkling, fishing sport dan cottage di pulau       
       Biaro, Mahoro, Buhias dan pulau-pulau lainnya yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni;
   7. Peluang penambahan sarana transportasi laut rute Manado-Siau-Tahuna-Ambon-Philipine;
   8. Peluang penyediaan pelayaran kapal feri;
   9. Peluang pengembangan sarana IT (sekolah kejuruan, internet, wartel); dan
  10. Investasi sektor informal.

Editor:
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar