Logo Header Antaranews Manado

Dirut Bank Sulutgo: Tambahan modal penting

Selasa, 22 September 2015 18:22 WIB
Image Print
Johanis mengatakan jika modal disetor semakin meningkat maka akan sangat berpengaruh pada penyaluran kredit ke masyarakat.

Manado, 22/9 (AntaraSulut) - Direktur Utama Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), Johanis Salibana mengatakan, terus berusaha meyakinkan para pemegang saham agar mau menambah modal disetor, karena sangat penting guna meningkatkan kinerja bank daerah.

"Kami terus berupaya meyakinkan pemegang saham agar mau menambah modal disetor, karena akan mendorong pengembangan bank ke depan," kata Johanis di Manado, Selasa.

Johanis mengatakan jika modal disetor semakin meningkat maka akan sangat berpengaruh pada penyaluran kredit ke masyarakat.

"Kredit yang dikucurkan ke masyarakat semakin besar harus didukung modal disetor dan ini akan memperkuat rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal," jelasnya.

Johanis mengatakan modal bank yang kuat akan memberikan efek berganda kepada pembangunan dan pemerintah daerah itu sendiri.

Dia menjelaskan hingga tahun 2016 nanti pihaknya menargetkan modal disetor Bank Sulutgo bisa mencapai Rp1,5 triliun sehingga mampu melakukan berbagai aktivitas perbankan yang saat ini masih terbatas karena modal yang belum memadai.

Bank Sulutgo memiliki 25 pemegang saham baik pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Sulut dan Gorontalo serta KopKar Bank Sulutgo serta PT Mega Corpora.

"Pemegang saham paling besar yakni Pemerintah Provinsi Sulut dengan share sebesar 35,21 persen kemudian PT Mega Coorpora sebesar 24,77 persen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo 6,31 persen, Kopkar PT Bank Sulutgo 4,89 persen kemudian Pemprov Gorontalo 3,95 persen," jelasnya.

Kemudian Pemkab Gorontalo sebesar 3,64 persen, Pemkab Minahasa 3,16 persen, Pemkot Bitung 2,87 persen, Pemkab Bolmong 2,10 persen, Pemkab Pohuwatu 2,10 persen, Pemkot Manado 2,02 persen.

Untuk Pemkot Gorontalo 1,89 persen, Pemkab Sangihe 1,64 persen, Pemkab Gorontalo Utara 1,62 persen, Pemkab Bone Bolango 0,95 persen, Pemkot Tomohon 0,65 persen, Pemkab Minut 0,62 persen, Pemkab Sitaro 0,60 persen.

Pemkab Minsel sebesar 0,54 persen, Pemkot Kota Kotamobagu 0,27 persen, Pemkab Bolmong Selatan 0,11 persen, Pemkab Talaud 0,04 persen.

"Untuk Pemkab Bolmng Timur, Pemkab Bolmong Utara dan Pemkab Minahasa Tenggara modal disetor masih cukup kecil yakni masing-masing sebesar 10 lembar saham," jelasnya.***3***



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026