Logo Header Antaranews Manado

Baramuli isyaratkan bertarung menuju kursi DPR RI

Senin, 29 April 2013 18:56 WIB
Image Print
Bupati Minut, Sompie Singal dan Wakil Bupati Minut, Yulisa Baramuli. (1)
"Tidak mungkin kan sudah ada nama calon lantas tidak menyertakan berkas lainnya," ujar Baramuli, usai mengikuti penyuluhan tentang bahaya Narkoba dan HIV/Aids, di Minut, Senin.

Minahasa Utara (ANTARA Sulut) - Wakil Bupati Minahasa Utara (Minut), Yulisa Baramuli mengisyaratkan untuk menuju kursi DPR RI.

"Tidak mungkin kan sudah ada nama calon lantas tidak menyertakan berkas lainnya," ujar Baramuli, usai mengikuti penyuluhan tentang bahaya Narkoba dan HIV/Aids, di Minut, Senin.

Baramuli mengatakan, tahun ini adalah tahun politik jadi siapa saja bisa berpolitik.

"Nanti tunggu saja hasilnya," ujar Baramuli singkat.

Pencalonan Wakil Bupati Minut untuk anggota DPR RI itupun seakan menimbulkan tanda tanya bagi semua elemen.

Namun demikian dikatakan Ketua KPUD Minut, Wilem Pantow terkait calon peserta dari PNS, Kepala Desa maupun pindah partai dan pejabat negara yang ingin menclonkan diri sebagai anggota DPR, harus menunjukkan lampiran keterangan pengunduran diri.

"Setelah pada waktunya penentuan Daftar Calon Tetap, surat resmi pengunduran diri harus sudah ada sesuai undang-undang KPU no 13 tahun 2013 tentang pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota," katanya.

Atas dasar tersebut, otomatis kursi Wakil Bupati Minut nantinya kosong setelah Yulisa Baramuli ditetapkan pada daftar calon tetap.

Bupati Minahasa Utara, Sompie Singal setelah dikonfirmasi hal itu, tidak mengetahuinya.

"Saya tidak tahu kalau Ibu Yulisa mencalonkan diri, apa benar itu," kata Singal bertanya.

Sama halnya dikatakan Sekretaris Daerah, Johannes Rumambi, dirinya pun tidak mengetahuinya.

"Coba tanya langsung kepada yang bersangkutan," ujar Rumambi menyarankan.

Diketahui, Yulisa Baramuli masuk dalam daftar calon sementara DPR RI utusan Partai Nasdem.



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026