Manado (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Manado, menyatakan, tingkat kelulusan siswa SMP 2020 di daerah tersebut, mencapai 100 persen.
Kepala Disdik Manado, Dr. Daglan Walangitan, mengatakan, persentase kelulusan memang mencapai angka tersebut, sesuai target yang ditetapkan, dan telah diumumkan secara resmi.
"Jadi tahun ini kelulusan mencapai 100 persen, kecuali yang sudah terdaftar sebagai peserta namun mendadak berhenti dari sekolah pada awal tahun pelajaran 2019/2020 maka tidak lulus," katanya.
Sementara Kepala Bidang SMP Disdik Manado, Drs. Sonny Engka, mengatakan, pada tahun ini, jumlah siswa kelas IX SMP yang terdaftar sebagai peserta ujian adalah sebanyak 6.949 orang.
"Para siswa itu terdaftar di 94 SMP di Manado, baik negeri maupun swasta, dan yang tetap ikut kegiatan belajar mengajar sampai semester enam, dinyatakan lulus," kata Engka.
Sebab menurutnya, para siswa tersebut juga sudah punya nilai dari semester satu sampai lima, sehingga itu ditambah dengan nilai di semester enam dijadikan sebagai parameter penilaian sekaligus penentuan kelulusan.
Engka mengakui memang ada siswa yang meninggal dunia dan tak diperhitungkan dalam kelulusan dan dinyatakan tidak lulus, sebab telah meninggal dunia sebelum merebak wabah COVID-19.
"Namun karena yang bersangkutan sudah menjadi peserta ujian tak bisa dibatalkan, walaupun tidak lagi dihitung dalam kelulusan," katanya.
Secara umum, kata Engka, kelulusan siswa SMP di Manado, mencapai 100 persen, dan harapannya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, meskipun masih dalam suasana pandemi COVID-19, tetapi berharap keadaan segera berlalu. ***
Kepala Disdik Manado, Dr. Daglan Walangitan, mengatakan, persentase kelulusan memang mencapai angka tersebut, sesuai target yang ditetapkan, dan telah diumumkan secara resmi.
"Jadi tahun ini kelulusan mencapai 100 persen, kecuali yang sudah terdaftar sebagai peserta namun mendadak berhenti dari sekolah pada awal tahun pelajaran 2019/2020 maka tidak lulus," katanya.
Sementara Kepala Bidang SMP Disdik Manado, Drs. Sonny Engka, mengatakan, pada tahun ini, jumlah siswa kelas IX SMP yang terdaftar sebagai peserta ujian adalah sebanyak 6.949 orang.
"Para siswa itu terdaftar di 94 SMP di Manado, baik negeri maupun swasta, dan yang tetap ikut kegiatan belajar mengajar sampai semester enam, dinyatakan lulus," kata Engka.
Sebab menurutnya, para siswa tersebut juga sudah punya nilai dari semester satu sampai lima, sehingga itu ditambah dengan nilai di semester enam dijadikan sebagai parameter penilaian sekaligus penentuan kelulusan.
Engka mengakui memang ada siswa yang meninggal dunia dan tak diperhitungkan dalam kelulusan dan dinyatakan tidak lulus, sebab telah meninggal dunia sebelum merebak wabah COVID-19.
"Namun karena yang bersangkutan sudah menjadi peserta ujian tak bisa dibatalkan, walaupun tidak lagi dihitung dalam kelulusan," katanya.
Secara umum, kata Engka, kelulusan siswa SMP di Manado, mencapai 100 persen, dan harapannya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, meskipun masih dalam suasana pandemi COVID-19, tetapi berharap keadaan segera berlalu. ***