Bupati Konawe Utara jemput langsung pasien suspect corona di persembunyiannya
Selasa, 28 April 2020 14:57 WIB
Bupati Konawe Utara, Ruksamin. ANTARA/HO-Humas Pemkab Konawe Utara
Kendari (ANTARA) - Bupati Konawe Utara Ruksamin menjemput Udin, pasien suspect corona di lahan kebun tempat persembunyiannya setelah melarikan diri dari Rumah Sakit Bahteramas Kendari sebelum sempat diambil swab-nya.
"Sejak beredar informasi bahwa warga saya dari Konawe Utara bernama Udin (36) lari dari perawatan COVID-19 RSUD Bahteramas saya berniat untuk menjemputnya. Alhamdulillah niat itu kesampaian," kata Bupati Ruksamin melalui saluran telepon dari Wanggudu, Konawe Utara, Selasa.
Saat ini, lelaki Udin yang sebelumnya bekerja di perusahaan tambang telah menjalani penanganan di RSUD Konawe Utara.
"Psikis Udin harus dipulihkan. Dia kelihatannya trauma. Setelah pulih langkah-langkah penanganan medis dapat dilakukan," kata Ruksamin.
Keberadaan Udin di sebuah pondok perkebunan sekitar 3 kilometer dari perkampungan Desa Kokapi, Kecamatan Sawah, Kabupaten Konawe Utara adalah untuk mengisolasi diri.
"Pengakuan dia (Udin) meninggalkan rumah sakit ke rumah kebun karena secara mental tidak sanggup berada di ruang perawatan pasien positif COVID-19 Rumah Sakit Bahteramas," kata Ruksamin mengutip cerita Udin.
Keputusan pasien Udin meninggalkan rumah sakit menarik perhatian publik sejak pelariannya kemarin, Senin (27/4) dengan menumpang kendaraan roda dua atas bantuan kerabat.
"Dia (Udin) sangat waspada atas dugaan terpapar virus Corona. Dia tidak bertemu anak, istri dan keluarga di kampung tetapi langsung ke pondok tak berpenghuni di kebun," ujar Ruksamin.
Saat Bupati Ruksamin didampingi Kapolres dan tim tenaga medis menjemputnya di lokasi perkebunan warga yang sudah menghutan, pasien Udin nampak kooperatif.
Secara persuasif Bupati Ruksamin mengajak Udin keluar ke jalan melalui jembatan permanen ukuran kecil dengan bahasa daerah Tolaki.
Bertemu di ujung jembatan, pasien Udin yang mengenakan masker pertama-tama diberikan minuman vitamin dan alat pelindung diri berupa, sarung tangan oleh sang bupati.
Sebelum menumpang kendaraan "ambulance" pun disemprotkan cairan disinfektan.
"Keluarga dan warga di kampung terharu ketika mereka tahu iringan kendaraan adalah penjemput Udin. Saya lambaikan tangan merekapun tidak kuasa menahan tangis," ujar Ruksamin.
Secara terpisah Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sultra dr. La Ode Rabiul Awal membenarkan pria berusia 35 tahun yang lari dari ruang perawatan rumah sakit terdata sebagai warga Kabupaten Konawe Utara.
“Kami mengklarifikasi bahwa pria 35 tahun yang lari diam-diam adalah warga Konawe Utara masuk RSUD Bahteramas 26 April 2020,” ujar Rabiul Awal yang akrab disapa dokter Wayong.
Pasien tersebut, lanjut Wayong dirawat lantaran mengalami cidera genitalia akibat kecekalaan kerja.
Meski masuk bukan dengan riwayat gejala terpapar virus, pihak rumah sakit melakukan prosedur rapid test pada pasien bersangkutan.
Hasil deteksi cepat virus corona, si pasien dinyatakan reaktif atau positif corona, sehingga mengharuskan pasien menjalani uji swab tenggorok untuk memastikan keberadaan virus meresahkan tersebut.
Agenda pengujian dengan cara Polymerase Chain Reaction yang dijadwal
Senin (27/4) tidak terlaksana karena pasien bersangkutan kabur dari rumah sakit.
“Rapid test hasilnya positif makanya dijadwalkan pemeriksaan swab tenggorok,” ujarnya.
"Sejak beredar informasi bahwa warga saya dari Konawe Utara bernama Udin (36) lari dari perawatan COVID-19 RSUD Bahteramas saya berniat untuk menjemputnya. Alhamdulillah niat itu kesampaian," kata Bupati Ruksamin melalui saluran telepon dari Wanggudu, Konawe Utara, Selasa.
Saat ini, lelaki Udin yang sebelumnya bekerja di perusahaan tambang telah menjalani penanganan di RSUD Konawe Utara.
"Psikis Udin harus dipulihkan. Dia kelihatannya trauma. Setelah pulih langkah-langkah penanganan medis dapat dilakukan," kata Ruksamin.
Keberadaan Udin di sebuah pondok perkebunan sekitar 3 kilometer dari perkampungan Desa Kokapi, Kecamatan Sawah, Kabupaten Konawe Utara adalah untuk mengisolasi diri.
"Pengakuan dia (Udin) meninggalkan rumah sakit ke rumah kebun karena secara mental tidak sanggup berada di ruang perawatan pasien positif COVID-19 Rumah Sakit Bahteramas," kata Ruksamin mengutip cerita Udin.
Keputusan pasien Udin meninggalkan rumah sakit menarik perhatian publik sejak pelariannya kemarin, Senin (27/4) dengan menumpang kendaraan roda dua atas bantuan kerabat.
"Dia (Udin) sangat waspada atas dugaan terpapar virus Corona. Dia tidak bertemu anak, istri dan keluarga di kampung tetapi langsung ke pondok tak berpenghuni di kebun," ujar Ruksamin.
Saat Bupati Ruksamin didampingi Kapolres dan tim tenaga medis menjemputnya di lokasi perkebunan warga yang sudah menghutan, pasien Udin nampak kooperatif.
Secara persuasif Bupati Ruksamin mengajak Udin keluar ke jalan melalui jembatan permanen ukuran kecil dengan bahasa daerah Tolaki.
Bertemu di ujung jembatan, pasien Udin yang mengenakan masker pertama-tama diberikan minuman vitamin dan alat pelindung diri berupa, sarung tangan oleh sang bupati.
Sebelum menumpang kendaraan "ambulance" pun disemprotkan cairan disinfektan.
"Keluarga dan warga di kampung terharu ketika mereka tahu iringan kendaraan adalah penjemput Udin. Saya lambaikan tangan merekapun tidak kuasa menahan tangis," ujar Ruksamin.
Secara terpisah Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sultra dr. La Ode Rabiul Awal membenarkan pria berusia 35 tahun yang lari dari ruang perawatan rumah sakit terdata sebagai warga Kabupaten Konawe Utara.
“Kami mengklarifikasi bahwa pria 35 tahun yang lari diam-diam adalah warga Konawe Utara masuk RSUD Bahteramas 26 April 2020,” ujar Rabiul Awal yang akrab disapa dokter Wayong.
Pasien tersebut, lanjut Wayong dirawat lantaran mengalami cidera genitalia akibat kecekalaan kerja.
Meski masuk bukan dengan riwayat gejala terpapar virus, pihak rumah sakit melakukan prosedur rapid test pada pasien bersangkutan.
Hasil deteksi cepat virus corona, si pasien dinyatakan reaktif atau positif corona, sehingga mengharuskan pasien menjalani uji swab tenggorok untuk memastikan keberadaan virus meresahkan tersebut.
Agenda pengujian dengan cara Polymerase Chain Reaction yang dijadwal
Senin (27/4) tidak terlaksana karena pasien bersangkutan kabur dari rumah sakit.
“Rapid test hasilnya positif makanya dijadwalkan pemeriksaan swab tenggorok,” ujarnya.
Pewarta : Sarjono
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Semangat Hari Pahlawan, PLN hadirkan cahaya bagi masyarakat Konawe Sulawesi
19 November 2025 5:35 WIB
Majelis hakim Konawe Selatan tolak eksepsi penasihat hukum guru honorer Supriyani
29 October 2024 10:33 WIB, 2024
Pemuda pengedar satu kilogram narkotika asal Konawe terancam pidana mati
13 March 2023 14:12 WIB, 2023
Polres Konawe salurkan bantuan tunai kepada 5.112 pedagang dan nelayan
20 April 2022 13:58 WIB, 2022
Basarnas melanjutkan pencarian kakek 80 tahun hilang di hutan Konawe
12 November 2021 14:59 WIB, 2021
Konawe Selatan surplus daya listrik usai pengoperasian gardu induk Pertama
29 October 2021 12:45 WIB, 2021
Kepolisian selidiki mobil jatuh di Sungai Konawe tewaskan tiga orang
23 September 2021 4:59 WIB, 2021
Mobil tenggelam bersama delapan penumpang di Sungai Konaweha Provinsi Sultra
19 September 2021 16:32 WIB, 2021
Ditresnarkoba Polda Sultra bekuk warga Konawe Selatan diduga edarkan sabu-sabu
07 March 2021 22:48 WIB, 2021